PSSI Butuh Rp800 Miliar per Tahun untuk Kebutuhan Timnas, Begini Penjelasan Erick Thohir

AKURAT.CO SUMSEL Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengungkapkan bahwa Timnas Indonesia memerlukan dana yang sangat besar untuk memaksimalkan persiapan dan kompetisi.
Menurut Erick, anggaran yang dibutuhkan bisa mencapai Rp800 miliar per tahun, khusus untuk kebutuhan tim nasional, baik putra maupun putri.
"Ya, kita butuh dana. Seperti yang saya katakan sebelumnya, jika kita ingin dihormati dan memiliki persiapan jangka panjang, kita membutuhkan dana sebesar 500 sampai 800 miliar per tahun," ujar Erick Thohir dilansir dari Akurat.co, Sabtu (24/8/2024).
Anggaran tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari persiapan timnas senior yang saat ini bertanding di ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, hingga timnas kelompok usia.
Dengan sistem kandang-tandang dalam kualifikasi Piala Dunia, kebutuhan dana untuk timnas senior menjadi cukup besar.
Timnas Indonesia saat ini berada di Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026, berhadapan dengan Jepang, Australia, Arab Saudi, Bahrain, dan China.
Baca Juga: Pengamat Sebut Putusan MK Tidak Mempengaruhi Peta Pilkada Sumsel
Kebutuhan dana juga mencakup persiapan timnas U-17, U-20, serta timnas putri, yang sedang menjalani berbagai laga uji coba dan turnamen internasional.
Erick Thohir menegaskan bahwa selain dana yang diupayakan oleh PSSI, dukungan dari pemerintah juga penting.
“Timnas U-17, U-20 putri, dan senior, serta tim lain, telah menerima bantuan sebesar Rp120 miliar dari pemerintah Indonesia untuk mempersiapkan latihan camp jangka panjang,” kata Erick.
Meski demikian, Erick mengingatkan bahwa pembiayaan tim nasional tidak bisa sepenuhnya bergantung pada pemerintah. Oleh karena itu, PSSI terus mencari sumber pendanaan tambahan untuk memastikan semua persiapan dan kebutuhan timnas dapat terpenuhi.
Dengan dana yang cukup, diharapkan Timnas Indonesia dapat mencapai hasil yang maksimal dan meningkatkan prestasi di tingkat internasional. (Kurnia)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.








