Sulap Rawa Buaya Jadi Sawah Produktif, Herman Deru Tuai Pujian dari Menkopangan RI Zulhas

AKURAT. CO SUMSEL Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) memberikan apresiasi tinggi kepada Gubernur Sumsel, Herman Deru berkat pencapaiannya mendukung swasembada pangan nasional.
Zulhas memuji keberhasilan Herman Deru dalam mengubah rawa yang sebelumnya menjadi habitat spesies buaya dapat disulap menjadi lahan sawah produktif.
“Provinsi Sumsel ini termasuk salah satu yang terbaik di bawah kepemimpinan Bapak Gubernur Herman Deru. Lahan yang tadinya lebat buaya kini bisa diubah menjadi sawah produktif. Ini sangat luar biasa,” ujar Zulkhas saat ditemui di Ruang VIP Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang pada Rabu sore.
Baca Juga: Sumsel Diproyeksi Jadi Lumbung Pangan Nasional, Produksi Beras 2025 Ditarget Tembus 3,7 Juta Ton
Tak hanya sekadar perubahan lanskap, Zulhas menilai komitmen yang kuat di bawah kepemimpinan Herman Deru bersama Forkopimda dan para stakeholder. Ia yakin potensi ini dapat mengalahkan daerah Jawa di sektor pangan.
Sebagimana diketahui Provinsi Sumsel kini berada di peringkat lima besar dalam sektor pangan. Melihat komitmen yang kuat untuk terus berlanjut melalui kolaborasi dengan Kementerian Pertanian dan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Sumsel sangat bisa lebih unggul, bahkan dapat mengalahkan Jawa Timur.
Sebelumnya Presiden Prabowo Subianto melakukan kegiatan tanam padi serentak bersama 14 provinsi secara nasional, diatas lahan 105 ribu hektar di Desa Simpang Pelabuhan Dalam, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir, Sumsel.
Presiden menyebut lahan sawah baru dapat dicetak di lahan-lahan rawa yang tergenang air itu dengan menggunakan teknologi pertanian modern.
“Alhamdulillah, hari ini saya diundang oleh Menteri Pertanian dan Gubernur Sumatera Selatan untuk melihat peningkatan lahan, dari yang tadinya rawa, dan tidak produktif, dan katanya di sini tempat buaya, sekarang sedang dibangun 105 ribu hektare sawah dengan teknik-teknik yang paling modern di dunia,” kata Presiden Prabowo. (red)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









