Sumatera Selatan Tetapkan Status Siaga Darurat, 6 Wilayah Resmi Waspada Banjir dan Longsor

AKURAT.CO SUMSEL Peningkatan intensitas curah hujan dalam beberapa hari terakhir telah mendorong Pemprov Sumsel mengambil langkah darurat.
Merespons potensi besar bencana hidrometeorologi, kini tercatat enam kabupaten/kota di Sumsel resmi berada dalam status siaga.
Status siaga ini diaktifkan untuk mewaspadai ancaman banjir, banjir bandang, dan tanah longsor yang diprediksi masih tinggi hingga awal 2026.
Kalaksa BPBD Sumsel, M Iqbal Alisyahbana melalui Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, menyebut peningkatan status ini merupakan bentuk kesiapsiagaan dini yang wajib dipatuhi agar pemerintah daerah (Pemda) tidak terlambat merespons jika terjadi situasi genting.
Enam kabupaten dan kota di Sumatera Selatan kini telah mengaktifkan status siaga bencana hidrometeorologi. Daerah-daerah tersebut meliputi Ogan Komering Ulu (OKU), Musi Banyuasin (Muba), Banyuasin, Prabumulih, Pagar Alam, serta Ogan Ilir (OI) yang menjadi wilayah terbaru menetapkan kewaspadaan.
“Status siaga memungkinkan daerah bergerak lebih cepat, baik dalam penyediaan logistik, peralatan, maupun koordinasi lintas instansi,” kata Sudirman, Senin (15/12/2025).
Tak hanya di tingkat Pemda, Pemprov Sumsel juga telah menetapkan status siaga. Langkah ini diambil untuk memperkuat komando penanganan bencana secara terpusat, sekaligus mempermudah dan mempercepat distribusi bantuan logistik bila situasi di lapangan memburuk.
BPBD Sumsel menilai, wilayah yang menetapkan status siaga umumnya memiliki karakteristik geografis yang sangat rawan, mulai dari daerah aliran sungai (DAS) yang padat pemukiman hingga kawasan perbukitan dengan risiko longsor tinggi.
Kesiapsiagaan ini didasarkan pada prakiraan BMKG yang memperkirakan intensitas hujan masih akan tinggi hingga Januari 2026, bahkan berpotensi meningkat lagi pada periode berikutnya. Beberapa wilayah seperti OKU Selatan, Banyuasin, dan Prabumulih, telah lebih dulu merasakan dampak awal.
Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak lengah. Warga yang tinggal di bantaran sungai, dataran rendah, dan lereng perbukitan diminta meningkatkan kewaspadaan dan segera melapor jika menemukan tanda-tanda bencana.
“Musim hujan ini perlu dihadapi bersama. Kesiapsiagaan pemerintah dan kesadaran masyarakat menjadi kunci untuk meminimalkan risiko,” pungkas Sudirman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ramalan Zodiak Virgo Hari Ini, 14 Oktober 2026: Saatnya Fokus pada Diri Sendiri dan Karier
- 23 Mobil LCGC Paling Laris di Indonesia September 2026, Toyota Calya Masih Jadi Andalan
- 3Cara Cek Desil Online Penerima Bansos PKH BPNT Oktober 2026
- 4Bansos Tahap 4 Mulai Cair, Ini Cara Cek Status Penerima Pakai NIK KTP
- 5Daftar 17 Perusahaan Diselidiki Terkait Karhutla di Sumsel, Baru Satu Manajemen Jadi Tersangka
- 6Info Gangguan Air PDAM Tirta Musi Palembang Besok Jumat 16 Oktober 2026, Cek Daftar Lokasi Terdampak
- 7Jadwal Pemadaman Listrik PLN Palembang Rabu 14 Oktober 2026, Catat Wilayah Terdampaknya
- 85 Ramalan Zodiak Hari Ini 16 Oktober 2026, Ada Peluang Baru dalam Karier dan Asmara
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu









