Sumsel
HL Sumsel

Konflik Gaza Bayangi Idul Adha 2026, Ribuan Warga Gagal Haji dan Tak Mampu Berkurban

Kurnia | 28 Mei 2026, 12:00 WIB
Konflik Gaza Bayangi Idul Adha 2026, Ribuan Warga Gagal Haji dan Tak Mampu Berkurban
Konflik Gaza Bayangi Idul Adha 2026, Ribuan Warga Gagal Haji dan Tak Mampu Berkurban

AKURAT.CO SUMSEL Jalur Gaza kembali diliputi suasana duka menjelang Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Di saat jutaan umat Islam di berbagai negara bersiap merayakan hari raya kurban dan menunaikan ibadah haji, warga Palestina di Gaza justru menghadapi situasi kemanusiaan yang semakin berat akibat konflik berkepanjangan.

Penutupan perbatasan dan kondisi keamanan yang belum stabil membuat ribuan calon jamaah haji asal Gaza dipastikan gagal berangkat ke Tanah Suci tahun ini. Banyak di antara mereka sebenarnya telah menyelesaikan proses administrasi sejak beberapa tahun terakhir.

Salah seorang warga Gaza, Soheil Al-Kurdi (53), mengaku kecewa karena rencana keberangkatannya bersama sang saudara batal terlaksana akibat perang yang terus berlangsung sejak 2023.

“Kami masih berharap suatu saat perbatasan dibuka sehingga bisa menunaikan ibadah haji,” ujarnya saat berada di lokasi pengungsian di Khan Younis.

Baca Juga: 5 Ramalan Zodiak Hari Ini: Aries Panen Peluang, Libra Jangan Terburu-buru Ambil Keputusan

Konflik yang terjadi juga memaksa Soheil kehilangan rumah dan sebagian anggota keluarganya. Kini ia bersama ribuan warga lainnya hidup berpindah-pindah di area pengungsian dengan keterbatasan makanan dan kebutuhan dasar.

Tidak hanya gagal berhaji, warga Gaza juga kesulitan melaksanakan ibadah kurban pada Idul Adha tahun ini. Kelangkaan hewan ternak, rusaknya peternakan akibat serangan, serta harga yang melambung tinggi membuat sebagian besar masyarakat tidak mampu membeli hewan kurban.

Suasana Idul Adha yang biasanya identik dengan kebersamaan keluarga, aktivitas pasar, dan penyembelihan hewan kurban kini berubah menjadi kesunyian di tengah pengungsian.

Sebagian besar warga lebih fokus mencari perlindungan, memenuhi kebutuhan pangan, hingga merawat anggota keluarga yang menjadi korban konflik.

Sejumlah organisasi kemanusiaan internasional melaporkan kondisi di Gaza terus memburuk. Rumah sakit masih menerima korban luka hampir setiap hari, sementara stok obat-obatan dan fasilitas kesehatan semakin terbatas.

Meski berada dalam situasi sulit, warga Gaza tetap berupaya menjalankan ibadah Idul Adha semampunya. Salat Id dilaksanakan di area pengungsian dan reruntuhan bangunan yang masih tersisa.

Takbir dan doa tetap berkumandang di tengah suasana penuh keterbatasan. Tokoh masyarakat setempat juga mengajak warga untuk tetap menjaga harapan dan memperkuat keteguhan iman di tengah krisis yang berkepanjangan.

Berbagai lembaga internasional kini terus mendesak peningkatan bantuan kemanusiaan bagi warga Gaza. Mereka menilai konflik yang terjadi telah memengaruhi hampir seluruh aspek kehidupan masyarakat, termasuk pelaksanaan tradisi keagamaan umat Islam.

Bagi warga Gaza, Idul Adha tahun ini bukan hanya tentang perayaan, tetapi juga perjuangan untuk bertahan hidup di tengah situasi yang belum menentu.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia