Watchdoc Buka Nobar Gratis Film Pesta Babi, Cukup Kumpulkan 10 Orang

AKURAT.CO SUMSEL Film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita kembali menjadi sorotan publik setelah penyelenggara resmi membuka akses nonton bareng (nobar) gratis bagi masyarakat luas.
Film garapan Watchdoc Documentary itu sebelumnya ramai diperbincangkan di media sosial lantaran memunculkan pro dan kontra di sejumlah daerah.
Kini, di tengah tingginya rasa penasaran masyarakat, penyelenggara justru memperluas akses pemutaran melalui skema nobar komunitas.
Melalui unggahan akun Instagram resminya pada Kamis (14/5/2026), Watchdoc mengumumkan bahwa masyarakat dapat menggelar nobar film tersebut hanya dengan minimal 10 peserta.
“Dengan 10 orang, kalian bisa nobar film Pesta Babi,” tulis pihak penyelenggara dalam pengumuman tersebut.
Langkah membuka akses nobar gratis dinilai semakin memperbesar perhatian publik terhadap film yang mengangkat isu konflik lahan dan proyek strategis nasional di Papua Selatan itu.
Sejak mulai diputar pada 27 April 2026, sejumlah agenda pemutaran film berjalan lancar di berbagai daerah.
Namun di sisi lain, beberapa agenda nobar dilaporkan mengalami penolakan hingga pembubaran oleh aparat maupun organisasi masyarakat setempat.
Baca Juga: 5 Ramalan Zodiak Hari Ini: Gemini Dapat Kejutan Rezeki, Scorpio Diminta Jangan Emosi
Meski menuai kontroversi, penyelenggara memastikan akses menonton tetap dibuka untuk publik dengan sejumlah ketentuan. Salah satunya, peserta dilarang menyebarluaskan file film dalam bentuk apa pun.
Selain itu, panitia nobar juga diwajibkan mengirim dokumentasi kegiatan serta mengunggah poster acara di media sosial dengan menandai akun penyelenggara dan menggunakan tagar #Papuabukantanahkosong.
Berikut syarat nobar film Pesta Babi:
Minimal diikuti 10 peserta
Dilarang menyebarkan file film
Wajib mengirim dokumentasi kegiatan
Mengunggah poster nobar dan menandai akun penyelenggara
Pendaftaran nobar dilakukan melalui tautan resmi yang dibagikan penyelenggara. Masyarakat juga dapat menghubungi narahubung yang tersedia untuk memperoleh akses pemutaran.
Film dokumenter tersebut menyoroti kehidupan masyarakat adat Papua yang disebut terdampak ekspansi proyek perkebunan dan food estate di wilayah Papua Selatan.
Sementara itu, pemerintah menegaskan tidak ada larangan resmi terhadap pemutaran film tersebut. Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra meminta masyarakat menyikapi film itu secara terbuka.
“Biarkan saja masyarakat menonton, lalu setelah itu silakan gelar diskusi dan debat,” kata Yusril dalam keterangan tertulis.
Namun hingga kini, polemik terkait pemutaran film Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita masih terus bergulir di sejumlah daerah, seiring meningkatnya antusiasme publik untuk menonton dokumenter tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Bansos PKH Juni 2026 Cair Kapan? Ini Aturan Jadwal, Besaran Nominal hingga Cara Cek Penerima
- 2Jadwal Timnas Indonesia Vs Vietnam, Laga Penentu Tiket Semifinal Piala AFF U 19 2026
- 3Harga Karet Sumsel Tembus Rp41 Ribu per Kg, Petani Nikmati Kenaikan Tertinggi dalam Beberapa Tahun Terakhir
- 4Kapan PIP Kemendikdasmen Juni 2026 Cair? Pantau Jadwal Penyaluran Termin 2 di Sini
- 5Jadwal Siaran Langsung Piala Dunia 2026 dengan Jam Tayang WIB
- 6Daftar Harga BBM Terbaru di Sumsel, Dexlite dan Pertamina Dex Turun Lagi
- 7Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru Berlaku Mulai 10 Juni 2026, Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter
- 85 Tuntutan Mahasiswa dalam Demo di Bundaran HI Jakarta Hari Ini
- 9Vivo S60 Series Resmi Meluncur, Usung Baterai 7.200mAh dan Layar 144Hz
- 10Cuaca Palembang Makin Terik, BMKG Ungkap Penyebab Suhu Terasa Ekstrem




