Puan Maharani Minta Pemerintah Kendalikan Harga Kebutuhan Pokok di Tengah Tekanan Global

AKURAT.CO SUMSEL Puan Maharani meminta pemerintah segera mengambil langkah pengendalian harga kebutuhan pokok yang terus mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir.
Lonjakan ini dinilai sebagai dampak dari dinamika geopolitik global yang mulai dirasakan di dalam negeri.
Dalam keterangannya, Jumat (24/4/2026), Puan mengatakan kondisi tersebut memberikan tekanan besar, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
“Konflik geopolitik global mulai dirasakan dalam perekonomian nasional, termasuk lonjakan harga energi dan sejumlah bahan kebutuhan pokok. Kondisi ini tentunya memberatkan rakyat,” ujarnya.
Kenaikan harga terjadi pada berbagai komoditas, mulai dari energi hingga bahan pokok.
Pemerintah sebelumnya telah menaikkan harga BBM nonsubsidi secara signifikan. Selain itu, harga LPG nonsubsidi juga meningkat hingga 18 persen di tengah kelangkaan LPG subsidi.
Baca Juga: Perawatan Rambut Alami Kian Diminati, Solusi Hemat untuk Rambut Sehat di Rumah
Di sektor pangan, harga minyak goreng turut mengalami kenaikan. Hal ini dipicu oleh menguatnya harga minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) di pasar global.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan kenaikan harga minyak goreng terjadi di 207 kabupaten/kota atau sekitar 57,5 persen wilayah Indonesia pada pekan ketiga April 2026. Rata-rata harga nasional naik dari Rp19.358 menjadi Rp19.592 per liter.
Bahkan, di beberapa daerah, harga tercatat jauh lebih tinggi. Di Kabupaten Intan Jaya, Papua, harga minyak goreng dilaporkan mencapai Rp60.000 per liter.
Puan menilai kenaikan harga minyak goreng sangat berdampak langsung terhadap masyarakat karena merupakan kebutuhan pokok yang tidak bisa ditunda.
Menurutnya, kenaikan harga membuat porsi pengeluaran rumah tangga berubah, terutama bagi keluarga dengan anggaran terbatas.
“Setiap kenaikan harga langsung mengubah komposisi pengeluaran harian. Satu kebutuhan pokok bisa mengambil porsi lebih besar dari belanja keluarga,” katanya.
Kenaikan harga BBM juga dinilai turut menambah tekanan, meskipun saat ini baru berlaku untuk jenis nonsubsidi.
Puan mengingatkan pemerintah agar segera melakukan langkah pengendalian untuk mencegah dampak lanjutan. Ia menilai, jika tidak ditangani cepat, kenaikan harga dapat memicu efek berantai terhadap harga barang lainnya.
“Jika tidak dikendalikan cepat, kenaikan ini dapat memicu ekspektasi kenaikan barang lain di pasar,” ujarnya.
Ia juga mendorong pemerintah memperkuat langkah mitigasi terhadap dampak geopolitik global, termasuk memastikan ketersediaan dan stabilitas harga BBM, LPG, serta minyak goreng.
Lebih lanjut, Puan menyoroti ketidakpastian situasi global, terutama terkait konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi memperburuk tekanan ekonomi dunia.
Karena itu, pemerintah diminta menyiapkan langkah strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional dan melindungi daya beli masyarakat.
“Dibutuhkan langkah-langkah strategis untuk memastikan masyarakat tetap memiliki kemampuan memenuhi kebutuhan hidupnya,” kata Puan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Update Jadwal Pencairan Bansos Tahap 3 Agustus 2026: PKH, BPNT, BLT Kesra Rp900.000
- 2Apakah Besok 18 Agustus 2026 Libur Cuti Bersama HUT RI ke 81? Cek Ketentuan Resmi SKB 3 Menteri
- 3Daftar Tuntutan Demo Mahasiswa di Jakarta Hari Ini: Harga BBM, MBG dan KDMP Jadi Sorotan Utama
- 45 Ramalan Zodiak Hari Ini, Selasa 18 Agustus 2026: Ada yang Berpeluang Dapat Rezeki dan Kabar Baik
- 5Cara Mencairkan Bansos PKH dan BPNT Agustus 2026 Lewat Bank dan Kantor Pos
- 6Bianca Alessia Christabella Lantang, Putri Sulawesi Utara yang Dipercaya Membawa Baki Bendera Pusaka
- 7Apakah Hari Ini 18 Agustus 2026 Libur? Cek Ketentuan Resmi SKB 3 Menteri
- 8Update Terbaru Harga Emas Perhiasan Palembang, Naik atau Turun?
- 95.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu
- 10Kata BMKG Soal Narasi Musim Kemarau 2026 Akan Jadi yang Terparah Sepanjang 30 Tahun




