Keluarga ODGJ yang Tewas di Banyuasin Lapor ke Polda Sumsel, Duga Ada Penganiayaan di Area Perkebunan

AKURAT.CO SUMSEL Kasus kematian seorang pemuda yang diduga Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kabupaten Banyuasin kini menjadi sorotan. Keluarga korban resmi melaporkan peristiwa tersebut ke Kepolisian Daerah Sumatera Selatan setelah menemukan sejumlah luka lebam dan tusukan pada tubuh korban.
Korban diketahui bernama Yahya Ramadhan, warga Kelurahan Air Batu, Kecamatan Talang Kelapa. Ia sebelumnya dilaporkan menghilang selama beberapa hari sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Penasihat hukum keluarga dari Kantor LBH Bima Sakti, M. Novel Suwa, mengatakan laporan dibuat atas dugaan penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia.
“Kami telah melaporkan dugaan penganiayaan yang berujung pada kematian korban,” ujarnya.
Kecurigaan muncul setelah keluarga menerima foto yang memperlihatkan korban masih hidup di area perkebunan milik PT Mitra Aneka Rezeki sekitar pukul 17.02 WIB. Namun, hanya berselang sekitar satu jam, korban dikabarkan meninggal dunia.
Dalam foto tersebut, korban terlihat dikelilingi petugas keamanan. Bahkan, ada gambar yang menunjukkan korban seperti dipaksa berdiri meski tampak sudah dalam kondisi lemas.
Selain itu, keluarga menilai ada kejanggalan karena jasad korban diduga dipindahkan ke sebuah musala di Desa Teluk Betung yang berjarak sekitar 15 menit dari area perusahaan, bukan langsung dibawa ke fasilitas kesehatan.
“Korban dibawa ke musala, bukan ke rumah sakit atau klinik,” kata Novel.
Baca Juga: Viral Pria Adu Senjata Tajam di Jalan Sudirman Palembang, Polisi Turun Tangan Selidiki
Wakil Direktur LBH Bima Sakti, Conie Pania Putri, menyebut korban telah didiagnosis mengalami depresi sejak 2023. Pihak keluarga pun meragukan jika korban melakukan tindakan kriminal yang dapat merugikan perusahaan.
Dalam laporan tersebut, keluarga turut mencantumkan dugaan pelanggaran Pasal 466 KUHP terkait penganiayaan yang mengakibatkan kematian. Mereka berharap penyidik dapat mengungkap fakta sebenarnya.
“Kami berharap perkara ini bisa menjadi terang, karena ada dugaan penyebab kematian diarahkan akibat kelelahan,” ujarnya.
Kakak korban, Ginanjar, mengungkapkan Yahya terakhir terlihat keluar rumah pada Senin sore dan tidak kembali sejak saat itu.
“Dia pergi dan tidak pulang. Anak saya sempat melihat dia berjalan ke arah jalan lintas,” katanya.
Keluarga kemudian mendapat kabar bahwa korban telah meninggal dunia di wilayah Kecamatan Pulau Rimau. Saat jenazah dijemput, tubuh korban sudah berada di dalam keranda tertutup terpal, masih mengenakan pakaian kotor dan basah.
Setelah dibawa pulang, keluarga baru menyadari adanya sejumlah luka di tubuh korban, termasuk lebam di perut dan punggung, benjolan di kepala bagian belakang, siku kiri diduga patah, serta luka di betis kanan.
Jenazah Yahya telah dimakamkan di TPU Air Batu pada Kamis siang.
Kapolsek Pulau Rimau Iptu Yusri Meryansyah membenarkan adanya penemuan jasad seorang ODGJ di dekat area perkebunan sawit.
“Benar, korban merupakan warga Air Batu. Jenazah sudah diambil pihak keluarga. Ditemukan tergeletak di kebun sawit dekat perusahaan, kemungkinan karena kelelahan setelah berjalan jauh,” jelasnya.
Meski demikian, laporan keluarga kini tengah diproses aparat kepolisian. Penyelidikan diharapkan dapat mengungkap penyebab pasti kematian korban sekaligus menjawab berbagai dugaan yang berkembang di tengah masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









