Sumsel

Drama Evakuasi Paus di OKI Berakhir Duka, Bangkai Masih di Perairan Somor

Kurnia | 18 Februari 2026, 11:00 WIB

AKURAT.CO SUMSEL Nasib seekor paus raksasa yang sempat menggegerkan warga perbatasan Kecamatan Cengal dan Sungai Menang, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), akhirnya berujung tragis. Mamalia laut berukuran lebih dari 10 meter itu dilaporkan mati setelah sebelumnya berjuang keluar dari perairan dangkal.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, paus tersebut ditemukan tidak lagi bergerak di Perairan Somor, Kecamatan Cengal. Sebelumnya, hewan tersebut sempat dievakuasi warga menggunakan speedboat untuk diarahkan ke perairan yang lebih dalam.

Peristiwa ini bermula pada Minggu (15/2/2026), ketika nelayan Desa Sungai Somor melihat benda besar mengapung di tengah sungai. Awalnya dikira kayu gelondongan, namun saat didekati menggunakan perahu ketek, mereka terkejut karena benda tersebut ternyata seekor paus dalam kondisi terdampar.

Sebelumnya diberitkan, Camat Sungai Menang, Eka Mardia, membenarkan kejadian tersebut. Saat pertama kali ditemukan, paus masih hidup tetapi dalam kondisi lemah dan kesulitan bergerak akibat perairan yang dangkal.

Upaya penyelamatan pun dilakukan secara swadaya oleh warga bersama perangkat desa. Dua unit speedboat dikerahkan untuk menarik tubuh paus agar mengarah ke muara dan kembali ke laut lepas. Namun bobot tubuh yang sangat besar membuat mesin perahu tidak mampu menggeser hewan tersebut secara maksimal.

Baca Juga: Geger di OKI, Paus 10 Meter Terdampar di Sungai Somor, Warga Sempat Kira Kayu Gelondongan

Kepala Dinas Perikanan OKI, Ubaidillah, mengatakan pihaknya langsung berkoordinasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Satuan Pengawas Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) di Jakabaring.

Menurutnya, tantangan utama dalam proses evakuasi adalah kedalaman air yang tidak memadai serta keterbatasan peralatan berat untuk menangani mamalia laut sebesar itu.

“Sejak laporan diterima, kami berupaya mencari metode terbaik untuk penyelamatan. Namun kondisi lapangan memang cukup sulit,” ujarnya.

Hingga Rabu (18/2/2026), bangkai paus dilaporkan masih berada di sekitar perairan Somor. Keberadaan bangkai tersebut kini menjadi perhatian karena berpotensi menimbulkan dampak lingkungan dan mengganggu aktivitas nelayan setempat.

Kematian paus ini menyisakan tanda tanya besar mengenai penyebab mamalia laut tersebut bisa masuk ke perairan dangkal sungai. Fenomena paus terdampar kerap dikaitkan dengan faktor perubahan arus, gangguan navigasi alami, hingga kondisi kesehatan hewan itu sendiri.

Peristiwa langka ini tak hanya mengundang simpati warga, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya sistem penanganan cepat untuk satwa laut besar yang terdampar di wilayah pesisir dan sungai.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia