Sumsel Catat Kerugian Akibat Bencana Banjir Tembus Triliunan Rupiah, Ini Rincian yang Dilaporkan!

AKURAT.CO SUMSEL Dampak banjir yang melanda tujuh kabupaten dan kota yang ada di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menimbulkan kerusakan parah, bahkan kerugian materil ditaksir mencapai triliunan rupiah.
"Kerugian di ketujuh daerah ini belum dapat dipastikan secara rinci, namun jumlahnya cukup besar, mencapai triliunan," ungkap Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel, SA Supriono, pada Sabtu (27/1/2024).
Atas kerugian yang besar ini, Pemprop Sumsel memandang perlunya dilakukan upaya maksimal dalam melakukan pencegahan bencana, termasuk melakukan perencanaan tata ruang yang baik.
Grand design penanganan bencana
Upaya bersama dengan kabupaten/kota dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan dilakukan untuk merancang kebijakan jangka panjang melalui grand design dalam penanganan bencana.
Sekda menyoroti perlunya pencegahan bencana, termasuk kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang kerap terjadi setiap tahun di wilayah ini. Ia juga mendorong perencanaan tata ruang yang lebih baik.
Pemda di kabupaten dan kota diminta untuk tegas menerapkan aturan dan sanksi terhadap pelanggaran tata ruang yang telah dibangun.
"Saya berharap semua tegas dan benar-benar mematuhi keputusan. Perusahaan-perusahaan yang membuka lahan dapat dihormati selama tidak melanggar lingkungan, tetapi mereka yang melanggar harus dihukum," tandasnya
211 fasilitas Umum dan jalan Rusak
Menurut laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, kerugian melibatkan sejumlah elemen, termasuk puluhan ribu rumah warga dan fasilitas umum lainnya. Rinciannya melibatkan:
- 32.812 rumah warga terendam banjir.
- 35.321 rumah terendam banjir yang memprihatinkan.
- 13 jembatan rusak dan terputus,
- 19.890 keluarga terpaksa mengungsi dari rumah mereka.
- 279 rumah mengalami kerusakan ringan
- 10 rumah lainnya rusak berat.
- 2 rumah hanyut tak terselamatkan.
Selain itu, banjir juga merendam sebanyak 211 fasilitas umum, termasuk rumah sakit, kantor Koramil, kantor kecamatan, masjid, bank, pasar, sekolah, dan berbagai fasilitas lainnya.
Faktor lain yang turut memperparah situasi melibatkan infrastruktur jalan, perkebunan, persawahan, kolam ikan, dan ternak.
Diperkirakan 126,65 kilometer jalan terendam, 8.703 hektar perkebunan terdampak, 1.179 hektar persawahan terendam, enam kolam ikan rusak, dan 24.925 ternak, termasuk sapi, kerbau, kambing, domba, ayam, dan itik, mengalami dampak yang serius.
Banjir juga berdampak pada aktivitas sosial ekonomi masyarakat di daerah terdampak. Koordinasi dengan Balai Besar Pelaksana Jalan dan Jembatan Nasional (BBPJN) akan dilakukan guna memulihkan infrastruktur jalan nasional yang rusak parah.
"Kita akan berkoordinasi dengan Balai Besar Pelaksana Jalan dan Jembatan Nasional (BBPJN) untuk memperbaiki infrastruktur jalan nasional yang rusak," jelasnya. (kurnia)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Bansos PKH Juni 2026 Cair Kapan? Ini Aturan Jadwal, Besaran Nominal hingga Cara Cek Penerima
- 2Jadwal Timnas Indonesia Vs Vietnam, Laga Penentu Tiket Semifinal Piala AFF U 19 2026
- 3Harga Karet Sumsel Tembus Rp41 Ribu per Kg, Petani Nikmati Kenaikan Tertinggi dalam Beberapa Tahun Terakhir
- 4Kapan PIP Kemendikdasmen Juni 2026 Cair? Pantau Jadwal Penyaluran Termin 2 di Sini
- 5Jadwal Siaran Langsung Piala Dunia 2026 dengan Jam Tayang WIB
- 6Daftar Harga BBM Terbaru di Sumsel, Dexlite dan Pertamina Dex Turun Lagi
- 7Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru Berlaku Mulai 10 Juni 2026, Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter
- 85 Tuntutan Mahasiswa dalam Demo di Bundaran HI Jakarta Hari Ini
- 9Vivo S60 Series Resmi Meluncur, Usung Baterai 7.200mAh dan Layar 144Hz
- 10Cuaca Palembang Makin Terik, BMKG Ungkap Penyebab Suhu Terasa Ekstrem








