Sumsel

Kasus DBD di Sumsel Melonjak, Pecahkan Rekor Tertinggi 4 Tahun Terakhir

Deni Hermawan | 1 Mei 2024, 18:00 WIB
Kasus DBD di Sumsel Melonjak, Pecahkan Rekor Tertinggi 4 Tahun Terakhir

AKURAT.CO SUMSEL Dinkes Provinsi Sumsel mencatat jumlah kasus demam berdarah dengue (DBD) dari periode Januari hingga April 2024 telah menembus angka 3.210 orang. Angka ini merupakan yang tertinggi sejak 4 tahun terakhir. 

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian (P2P) Dinas Kesehatan Sumsel, Ira Primadesa Ogatiyah menjelaskan bahwa angka ini melebihi total kasus DBD dari tahun-tahun sebelumnya.

Ira Primadesa Ogatiyah mengungkapkan bahwa selama empat bulan pertama tahun 2024, jumlah kasus DBD secara berturut-turut adalah 1.487, 997, 615, dan 111 orang.

"Yang terbanyak masih terjadi pada bulan Januari dengan 1.487 kasus," ujarnya, Rabu (1/4/2024).

Menurut data, dari tahun 2021 hingga 2023, jumlah kasus DBD per tahun berturut-turut adalah 1.135, 2.854, dan 2.804 orang. Namun, pada 2024, jumlah kasus DBD sudah melampaui angka tersebut.

Kasus DBD terbanyak tahun ini terjadi di Kota Palembang dengan 219 kasus, diikuti oleh Musi Banyuasin (Muba) dengan 192 kasus, dan Banyuasin dengan 154 kasus. Angka kematian akibat DBD juga mencapai puncaknya dalam empat tahun terakhir, dengan 28 orang meninggal hingga bulan April.

Baca Juga: Waspada DBD di Palembang! Kecamatan Gandus Jadi Juara Kasus Tertinggi, Begini Pencegahannya

"Pada 2022, angka kematian drastis naik menjadi 31 orang, setelah itu kembali turun menjadi 22 orang pada 2023," jelasnya.

Dari data tersebut, tercatat 8 orang meninggal di Ogan Komering Ulu (OKU), 5 orang di Palembang, Musi Banyuasin, dan Ogan Ilir, masing-masing 4 orang, serta 3 orang di Banyuasin.

Upaya yang telah dilakukan dengan menyalurkan kebutuhan obat seperti Zeta Sipermetrin Arbo, Insektisida Vektor, Abate, RDT DBD Combo, dan media kie ke seluruh daerah di Sumsel.

Dalam rangka mengantisipasi lonjakan kasus DBD, Dinas Kesehatan Sumsel akan melakukan inovasi hingga tingkat desa, termasuk pembudayakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) serentak dan meningkatkan dukungan dari semua sektor untuk kegiatan 3M Plus melalui gerakan 1 rumah 1 jumantik.

"Selain itu, akan diadakan review pengetahuan bagi petugas di fasilitas kesehatan terkait penegakan diagnosa dan pengendalian vektor DBD serta pencatatan dan pelaporan," tutupnya. (Kurnia)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
H
Editor
Hermanto