Tantangan dan Target Produksi dalam Optimasi Lahan Rawa Sumsel

AKURAT.CO SUMSEL Proses optimasi lahan rawa di Provinsi Sumsel pada tahun 2024 masih menemui sejumlah hambatan.
Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Sumsel, Bambang Pramono, mengungkapkan bahwa target optimasi lahan rawa di wilayah tersebut mencapai 98.400 hektare, dengan kontrak seluas 71.015 hektare lahan.
Hingga bulan April 2024, tahap Survei Investigasi dan Desain (SID) lahan yang telah terlaksana mencapai 56.495 hektare, sedangkan 23.599 hektare telah mencapai tahap desain.
"Artinya, masih ada 18.306 hektare yang belum terlaksana SID," ujar Bambang Pramono dalam rapat teknis kegiatan optimasi lahan rawa di Palembang, Kamis (2/4/2024).
Rapat teknis ini bertujuan untuk mengevaluasi capaian SID optimasi lahan tahun anggaran 2021 dan 2024, serta mengidentifikasi sejumlah masalah dan hambatan yang terjadi di lapangan.
Salah satu hambatan yang dihadapi adalah dangkalnya lahan dan saluran utama SPD dan SDU, yang memerlukan sinergi dari kementerian terkait, seperti Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).
Selain itu, terdapat masalah lain di mana sebagian besar lokasi optimasi lahan masih merupakan lahan suaka, padahal sebelumnya lahan tersebut sudah dikelola oleh kelompok tani dan sering digunakan untuk pertanaman.
"Kita akan berkoordinasi dengan Dinas Kehutanan juga ATR BPN terkait persoalan tersebut," ungkap Bambang.
Untuk pelaksanaan SID tahun ini, ditargetkan selesai pada pertengahan atau akhir Mei, sehingga dapat dilakukan konstruksi secara berjenjang.
Diharapkan pada bulan Juni sampai September, dapat dilakukan pertanaman dan menghasilkan tambahan produksi padi pada tahun 2024 ini.
Berbagai kegiatan dilakukan untuk meningkatkan hasil produksi padi tahun ini, termasuk optimasi lahan rawa di lima kabupaten, pompanisasi, serta sistem tumpang sisi padi gogo.
"Jika dari 98.400 hektare yang dioptimasi, 90.000 hektare dapat ditanami tahun ini dengan hasil lima ton per hektare, maka akan ada tambahan kurang lebih 450.000 ton Gabah Kering Giling (GKG) atau setara 250.000 ton beras," tutupnya. (Kurnia)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Jadwal Pencairan Bansos Tahap 3 Agustus 2026: PKH, BPNT, BLT Kesra Rp900.000
- 2Apakah Besok 18 Agustus 2026 Libur Cuti Bersama HUT RI ke 81? Cek Ketentuan Resmi SKB 3 Menteri
- 3Daftar Tuntutan Demo Mahasiswa di Jakarta Hari Ini: Harga BBM, MBG dan KDMP Jadi Sorotan Utama
- 4Bansos PKH BPNT Agustus 2026 Cair, Dapat Berapa?
- 5Sempat Mondar-mandir di Danau OPI, Pemuda Ini Ditemukan Tewas Tergantung
- 6Cara Mencairkan Bansos PKH dan BPNT Agustus 2026 Lewat Bank dan Kantor Pos
- 75 Ramalan Zodiak Hari Ini, Selasa 18 Agustus 2026: Ada yang Berpeluang Dapat Rezeki dan Kabar Baik
- 8Update Terbaru Harga Emas Perhiasan Palembang, Naik atau Turun?
- 95.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu
- 10Kata BMKG Soal Narasi Musim Kemarau 2026 Akan Jadi yang Terparah Sepanjang 30 Tahun









