Sebanyak 2.865 personel gabungan dikerahkan untuk memastikan kelancaran arus mudik dan keamanan tempat ibadah melalui operasi sandi "Lilin Musi".
Kapolda Sumsel, Irjen Pol Andi Rian Djajadi, menyatakan bahwa ribuan personel tersebut bukan hanya dari unsur Polri, melainkan kolaborasi lintas instansi.
"Kami menyiagakan personel gabungan yang terdiri dari TNI/Polri, Basarnas, Satpol-PP, Dinas Perhubungan, BPBD, hingga Pramuka dan Dinas Kesehatan. Fokus utama kami adalah patroli keamanan dan memastikan mobilitas masyarakat berjalan lancar," ujar Irjen Andi Rian, Kamis (25/12/2025).
Baca Juga: Hidden Gem di Palembang! Temukan Sensasi Healing Libur Nataru di 5 Taman dalam Kota
Untuk memfasilitasi masyarakat yang melakukan perjalanan atau berwisata, Polda Sumsel telah memetakan titik-titik krusial di sepanjang jalur lintas dan objek wisata.
Sebanyak 76 pos didirikan selama pengamanan Natal dan Tahun Baru di Sumatera Selatan dengan fungsi yang berbeda. Dari jumlah tersebut, 45 Pos Pengamanan (Pospam) difokuskan untuk memantau situasi keamanan wilayah.
Lalu, 22 Pos Pelayanan (Posyan) disiapkan sebagai tempat istirahat sekaligus pelayanan kesehatan bagi pemudik, 8 Pos Terpadu berfungsi sebagai pusat koordinasi lintas instansi di titik-titik keramaian, serta 1 Pos Pantau yang digunakan untuk memonitor arus lalu lintas secara khusus.
Khusus untuk Kota Palembang sebagai pusat keramaian, terdapat 14 pos yang disiagakan, terdiri dari 8 Pos Pengamanan, 3 Pos Pelayanan, dan 3 Pos Terpadu.
Selain fokus pada arus lalu lintas, Irjen Andi Rian menegaskan bahwa prioritas utama lainnya adalah keamanan perayaan Natal. Pihaknya menjamin bahwa seluruh gereja di Sumatera Selatan telah melalui prosedur sterilisasi sebelum digunakan untuk ibadah misa.
"Tim penjinak bom (Jibom) sudah kami terjunkan untuk melakukan penyisiran di gereja-gereja. Kami pastikan setiap sudut sudah steril sehingga umat Kristiani dapat menjalankan ibadah dengan rasa aman dan nyaman," tegasnya.