Antrean Solar Subsidi Kian Panjang, Pemprov Sumsel Siapkan Strategi Baru

AKURAT.CO SUMSEL Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan mulai menyiapkan sejumlah langkah untuk mengatasi antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Solar yang belakangan terjadi di berbagai stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Evaluasi dilakukan menyusul terbatasnya kuota Solar subsidi yang diterima Sumsel dibandingkan kebutuhan masyarakat. Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu penyebab antrean kendaraan yang terus terjadi di sejumlah wilayah.
Asisten II Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Setda Sumsel, Basyaruddin Akhmad, mengatakan pemerintah saat ini masih memetakan berbagai faktor penyebab sebelum menetapkan kebijakan penanganan.
"Hasil pemetaan ini akan dibahas lebih lanjut dalam rapat bersama Gubernur Sumsel, BPH Migas, Pertamina, Polda Sumsel, dan instansi terkait pada 7 Juli mendatang," kata Basyaruddin, Jumat (3/7/2026).
Baca Juga: Karhutla di Pedamaran OKI Hanguskan 6 Hektare Lahan, Helikopter Water Bombing Dikerahkan
Menurutnya, kebutuhan Solar subsidi di Sumsel jauh lebih besar dibandingkan kuota yang diberikan pemerintah pusat. Dari usulan sekitar 2 juta kiloliter, Sumsel hanya memperoleh alokasi sekitar 600 ribu kiloliter.
Tak hanya persoalan kuota, jumlah SPBU yang menyalurkan BBM di Sumsel juga dinilai belum mampu mengimbangi tingginya permintaan. Saat ini terdapat sekitar 186 SPBU yang melayani masyarakat sehingga antrean masih terkonsentrasi di sejumlah titik.
"Kalau jumlah SPBU bertambah, distribusi kendaraan akan lebih merata sehingga antrean tidak menumpuk di satu lokasi," ujarnya.
Selain itu, kenaikan harga BBM nonsubsidi juga disebut memicu bertambahnya pengguna kendaraan diesel yang beralih menggunakan Solar subsidi. Akibatnya, konsumsi Solar subsidi meningkat lebih cepat dari perkiraan.
Pemprov Sumsel juga mengungkapkan bahwa penyerapan kuota Solar subsidi hingga pertengahan tahun sudah mendekati batas yang tersedia. Jika tidak dilakukan pengendalian, stok dikhawatirkan tidak mencukupi hingga akhir tahun.
Untuk mengurangi kepadatan antrean, pemerintah mengusulkan perubahan jam operasional penyaluran Solar subsidi. Waktu pelayanan yang sebelumnya berlangsung pukul 22.00 hingga 04.00 WIB diusulkan menjadi pukul 21.00 hingga 05.00 WIB agar distribusi lebih panjang dan antrean dapat terurai.
Selain itu, Pemprov juga mengusulkan penambahan SPBU yang mendapat penugasan menyalurkan Solar subsidi sehingga akses masyarakat terhadap BBM bersubsidi menjadi lebih merata.
Di sisi pengawasan, sistem pembelian menggunakan barcode akan diperketat. Ke depan, setiap kendaraan yang mengisi Solar subsidi tidak hanya wajib menunjukkan barcode, tetapi juga harus memperlihatkan STNK yang sesuai dengan identitas kendaraan.
"Verifikasi akan diperketat. Barcode, nomor polisi, dan STNK harus sesuai. Jika datanya tidak cocok, kendaraan tidak akan dilayani," tegas Basyaruddin.
Seluruh usulan tersebut masih berupa rekomendasi awal dan akan dibahas bersama seluruh pemangku kepentingan sebelum diputuskan sebagai kebijakan resmi dalam rapat koordinasi pekan depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ramalan Zodiak Virgo Hari Ini, 14 Oktober 2026: Saatnya Fokus pada Diri Sendiri dan Karier
- 23 Mobil LCGC Paling Laris di Indonesia September 2026, Toyota Calya Masih Jadi Andalan
- 3Cara Cek Desil Online Penerima Bansos PKH BPNT Oktober 2026
- 4Bansos Tahap 4 Mulai Cair, Ini Cara Cek Status Penerima Pakai NIK KTP
- 5Daftar 17 Perusahaan Diselidiki Terkait Karhutla di Sumsel, Baru Satu Manajemen Jadi Tersangka
- 6Info Gangguan Air PDAM Tirta Musi Palembang Besok Jumat 16 Oktober 2026, Cek Daftar Lokasi Terdampak
- 7Jadwal Pemadaman Listrik PLN Palembang Rabu 14 Oktober 2026, Catat Wilayah Terdampaknya
- 85 Ramalan Zodiak Hari Ini 16 Oktober 2026, Ada Peluang Baru dalam Karier dan Asmara
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu







