Sumsel
HL Sumsel

Pemerintah Tetapkan Bea Masuk Bahan Baku Plastik 0 Persen Jaga Biaya Produksi

Septiyanti Dwi Cahyani | 30 April 2026, 07:00 WIB
Pemerintah Tetapkan Bea Masuk Bahan Baku Plastik 0 Persen Jaga Biaya Produksi
Ilustrasi plastik.

AKURAT. CO SUMSEL - Pemerintah resmi menetapkan bea masuk 0 persen untuk bahan baku plastik.

Langkah pembebasan bea masuk bahan baku plastik ini diambil untuk menjaga biaya produksi tetap terkendali.

Sehingga, harga barang di pasaran tidak ikut naik di tengah kondisi global.

Baca Juga: Jemaah Haji Babel Transit di Bandara SMB II Palembang Awal Mei 2026

Dengan bea masuk 0 persen, industri dapat memperoleh bahan baku dengan harga yang lebih murah.

Adapun salah satu yang dibebaskan adalah bahan baku alternatif seperti Liquified Petroleum Gas (LPG) sebagai pengganti Nafta, bahan utama dalam produksi plastik.

Selain itu, pembebasan bea masuk ini juga berlaku untuk bahan baku plastik utama.

Baca Juga: Update Daftar Nama 16 Korban Meninggal Kecelakaan KRL dan Kereta Api di Bekasi

Seperti polypropylene, polyethylene, Linear Low-Density Polyethylene (LLDPE), serta High-Density Polyethylene (HDPE).

Kebijakan pembebasan bea masuk ini berlaku selama enam bulan dengan tambahan layanan perizinan yang dipermudah.

Dengan biaya produksi yang lebih rendah, harga produk berbahan plastik diharapkan tetap stabil dan terjangkau bagi masyarakat.

Baca Juga: Imunisasi Balita di Sumsel 2025: BCG dan Polio Tinggi, Campak Masih Rendah

Harga Plastik Naik Imbas Perang

Harga plastik mengalami kenaikan karena pasokan bahan baku terganggu perang di Timur Tengah.

Kenaikan harga terjadi karena Indonesia masih tergantung bahan baku plastik dari impor.

Baca Juga: Peran Desa Diperkuat, Gubernur Sumsel Fokus Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan

Indonesia juga tercatat impor plastik dan barang plastik dari Amerika Serikat (AS) yang saat ini sedang berperang dengan Iran.

Tercatat impornya mencapai US$ 29,9 juta pada Februari 2026. Kemudian Indonesia juga impor plastik dan barang plastik dari Arab Saudi senilai US$ 14,9 juta pada Februari 2026.

Pemasok juga ada berasal dari Vietnam, Jepang, Singapura, Malaysia dan Taiwan.(*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.