Waspada Lonjakan Kasus Campak, Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

AKURAT. CO SUMSEL - Penyakit campak kini kembali menjadi perhatian publik seiring dengan lonjakan kasus yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menunjukkan lonjakan kasus yang signifikan pada tahun awal 2026.
Sepanjang tahun 2025, tercatat 63.769 kasus suspek campak dengan 116 kejadian luar biasa (KLB) yang terkonfirmasi laboratorium di 16 provinsi Indonesia.
Baca Juga: Herman Deru Dorong Pelabuhan Tanjung Carat Jadi Pintu Ekspor Utama Sumsel
Sementara itu, hingga Februari 2026, jumlah suspek campak sudah mencapai angka 8.810 dengan 12 KLB yang terkonfirmasi laboratorium di enam provinsi.
Kemenkes pun mengimbau agar masyarakat tidak meremehkan dan menganggap sepele penyakit campak.
Sebab, seseorang yang terkena campak bisa menularkan penyakit ini ke hingga 18 orang.
Baca Juga: Musim Kemarau 2026 di Sumsel Diprediksi Lebih Kering, Risiko Karhutla Meningkat
Apa Itu Campak?
Penyakit campak adalah penyakit infeksi saluran napas yang disebabkan oleh morbillivirus.
Penularan penyakit dampak dari satu pasien ke orang lain dapat terjadi melalui percikan ludah yang keluar saat penderita berbicara, batuk, ataupun bersin.
Virus campak juga bisa menyebar melalui udara (airborne) hingga sentuhan dengan benda terkontaminasi. Tanpa kontak fisik, proses penularan masih bisa terjadi.
Gejala Penyakit Campak
Baca Juga: Jumlah Puskesmas di Sumatera Selatan Capai 466 Unit, Ini Sebarannya di Kabupaten/Kota
Tanda-tanda penyakit campak kerap tidak langsung dikenali karena mirip dengan infeksi pernapasan seperti batuk, pilek, atau demam biasa.
Dengan rata-rata 10 hari masa inkubasi, berikut gejala campak yang sering muncul pada penderita:
Demam tinggi yang umumnya hari ke-15 setelah terpapar
Baca Juga: Mengenang Perjalanan Vidi Aldiano Melawan Kanker hingga Meninggal di Usia 35 Tahun
Batuk dan pilek
Gatal-gatal yang kadang disertai oleh diare
Ruam merah makulopapular (muncul hari ke-18) Mata menjadi merah atau konjungtivitis.
Baca Juga: Palembang Sumbang Kasus Perceraian Terbanyak di Sumsel Sepanjang 2025
Risiko dan Komplikasi Penyakit Campak
Kemenkes menyebut, kelompok yang paling rentan dan berisiko terkena Campak adalah anak yang belum atau tidak lengkap Imunisasi Campak-Rubella (MR) dan status gizi yang kurang baik.
Jika dibiarkan, penyakit campak juga bisa berujung pada komplikasi penyakit berat seperti;
Baca Juga: Modus Tanya Orang, Mahasiswi di Palembang Kehilangan iPhone Dijambret Dua Pria Bermotor
Sesak napas akibat radang paru (Pneumonia)
Kejang akibat radang otak (Ensefalitis)
Dehidrasi akibat diare berat
Baca Juga: Salat Idulfitri 1447 H, Jembatan Ampera Ditutup Sementara, Ini Jalur Alternatifnya
Kerusakan otak progresif seperti Panansefalitis Sklerosis Subakut, hingga
Kematian.
Imbauan kepada Masyarakat
Baca Juga: Sampah di Palembang Terus Naik, Capai 1.300 Ton per Hari
Upaya pencegahan penyakit Campak bisa dimulai dari lingkungan terdekat.
Kemenkes mengklaim masyarakat mempunyai peran besar untuk mencegah penularan campak dengan langkah sebagai berikut:
Cek status imunisasi: pastikan anak mendapat imunisasi MR lengkap (usia 9 bulan, 18 bulan, dan Kelas 1 SD)
Baca Juga: Permintaan Meningkat, Harga Bahan Pokok di Sumsel Berpotensi Naik Jelang Lebaran
Berpartisipasi aktif jika ada pelaksanaan imunisasi tambahan di wilayahmu Segera ke fasilitas kesehatan (faskes) jika anak demam disertai ruam merah
Terapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS): dengan selalu pakai masker saat sakit, terapkan etika batuk, dan rajin cuci tangan pakai sabun.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Bansos PKH Juni 2026 Cair Kapan? Ini Aturan Jadwal, Besaran Nominal hingga Cara Cek Penerima
- 2Jadwal Timnas Indonesia Vs Vietnam, Laga Penentu Tiket Semifinal Piala AFF U 19 2026
- 3Harga Karet Sumsel Tembus Rp41 Ribu per Kg, Petani Nikmati Kenaikan Tertinggi dalam Beberapa Tahun Terakhir
- 4Kapan PIP Kemendikdasmen Juni 2026 Cair? Pantau Jadwal Penyaluran Termin 2 di Sini
- 5Jadwal Siaran Langsung Piala Dunia 2026 dengan Jam Tayang WIB
- 6Daftar Harga BBM Terbaru di Sumsel, Dexlite dan Pertamina Dex Turun Lagi
- 7Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru Berlaku Mulai 10 Juni 2026, Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter
- 85 Tuntutan Mahasiswa dalam Demo di Bundaran HI Jakarta Hari Ini
- 9Vivo S60 Series Resmi Meluncur, Usung Baterai 7.200mAh dan Layar 144Hz
- 10Cuaca Palembang Makin Terik, BMKG Ungkap Penyebab Suhu Terasa Ekstrem



