SDM Berperang Penting Dalam Mewujudkan Satu Data Indonesia

AKURAT.CO SUMSEL Inisiatif transformasi digital nasional yang digulirkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), menempatkannya sebagai pionir dalam pembangunan Pusat Data Nasional (PDN).
Langkah ini merupakan salah satu dari serangkaian upaya, untuk mengakselerasi transformasi digital di Indonesia.
Presiden Joko Widodo sejak Februari 2020 telah menegaskan pentingnya pembangunan PDN untuk mengintegrasikan dan menyinkronkan data dari berbagai Kementerian dan Lembaga.
Akan tetapi, dalam proses implementasinya, perlu pengembangan dan penyempurnaan terus-menerus dalam layanan PDN. Salah satunya kesiapan sumber daya manusia.
Harya Damar Widiputra, Guru Besar dari FTI Perbanas Institute, mengungkapkan pentingnya kesesuaian antara kemajuan teknologi dengan sumber daya manusia yang ada.
Baginya, keberhasilan teknologi sangat tergantung pada kualitas sumber daya manusia yang memanfaatkannya. Dia menekankan perlunya mengubah budaya dan pola pikir yang didasarkan pada data.
“Pendidikan formal, non-formal, itu sudah banyak banget. Tapi saya tekankan paling penting adalah kebudayaan yang berbasis pada data, itu yang menurut saya paling penting. Dalam keseharian, tidak bisa merencanakan sesuatu hanya melihat dari best practice negara lain. Betul-betul harus punya budaya merencanakan dan melakukan berbasis pada data,” kata Harya dalam acara Talkshow Integrasi SPBE Pilar Transformasi Digital Indonesia, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, Senin (4/12/2023).
Meski demikian, Harya memberikan dukungan terhadap pembangunan PDN yang sedang berlangsung saat ini.
Program ini penting dalam mendukung terwujudnya konsep Satu Data Indonesia, yang diharapkan menghindari tumpang tindih data dan informasi antara pusat dan daerah. [ ]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









