Sumsel

Gangguan Otot dan Sendi Jadi Keluhan Terbanyak Pekerja Usia 30-49 Tahun, Ini Penyebabnya

Kurnia | 18 Juli 2026, 12:00 WIB
Gangguan Otot dan Sendi Jadi Keluhan Terbanyak Pekerja Usia 30-49 Tahun, Ini Penyebabnya
Ilustrasi.

AKURAT.CO SUMSEL Keluhan nyeri punggung, pegal di leher, hingga sakit pada sendi ternyata menjadi masalah kesehatan yang paling sering dialami pekerja berusia produktif.

Temuan ini terungkap dalam laporan Indonesia Employee Health & Benefit Insights 2026 yang dirilis Halodoc for Business.

Laporan tersebut disusun berdasarkan lebih dari 1 juta transaksi layanan kesehatan dengan lebih dari 3.000 diagnosis yang tercatat sepanjang kuartal pertama 2026. Data tersebut mencakup pekerja dari 30 sektor industri di Indonesia.

Hasilnya menunjukkan bahwa gangguan muskuloskeletal, yakni gangguan pada otot, tulang, sendi, tendon, dan ligamen, menjadi keluhan kesehatan yang paling banyak dialami pekerja berusia 30 hingga 49 tahun.

Kondisi tersebut umumnya berkaitan dengan aktivitas kerja sehari-hari, seperti terlalu lama duduk di depan komputer, postur tubuh yang kurang baik, mengangkat beban berat, hingga minimnya aktivitas fisik.

Baca Juga: Link Live Streaming Final Piala Dunia 2026 Spanyol Vs Argentina Lengkap dengan Cara Nontonnya

Setiap Kelompok Usia Memiliki Pola Penyakit Berbeda

Laporan itu juga mengungkap adanya perbedaan tren penyakit berdasarkan kelompok usia.

Pada pekerja berusia di bawah 30 tahun, penyakit yang paling sering ditemukan adalah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan infeksi lainnya. Tingginya mobilitas, aktivitas di ruang publik, hingga paparan virus menjadi faktor yang diduga memengaruhi tingginya angka kasus pada kelompok usia muda.

Sementara itu, pekerja berusia 30-49 tahun lebih banyak mengalami gangguan muskuloskeletal yang berkaitan erat dengan gaya hidup dan aktivitas pekerjaan.

Adapun pekerja berusia 50 tahun ke atas didominasi oleh penyakit kronis, terutama penyakit kardiovaskular dan kanker, yang umumnya memerlukan pengobatan serta pemantauan dalam jangka panjang.

Kebiasaan Kerja Turut Berpengaruh

Chief of Medical Halodoc, dr. Irwan Heriyanto, MARS, menjelaskan bahwa pola penyakit tersebut sejalan dengan kondisi kesehatan masyarakat Indonesia secara umum.

Menurutnya, tingginya kasus gangguan otot dan sendi pada usia produktif tidak lepas dari pola kerja yang banyak dilakukan dalam posisi duduk dalam waktu lama serta kurangnya aktivitas fisik.

Kondisi ini dapat memicu berbagai keluhan seperti nyeri leher, sakit pinggang, pegal pada bahu, hingga nyeri lutut yang jika dibiarkan berpotensi mengganggu produktivitas kerja.

Perbedaan Berdasarkan Gender

Laporan tersebut juga menemukan adanya perbedaan pola penyakit berdasarkan jenis kelamin.

Sebanyak 81 persen pasien dengan penyakit kardiovaskular merupakan laki-laki, sedangkan 72 persen pasien yang didiagnosis mengalami kanker dan neoplasma merupakan perempuan.

Temuan ini menunjukkan bahwa faktor usia, gaya hidup, serta jenis kelamin turut memengaruhi risiko seseorang mengalami penyakit tertentu.

Pentingnya Menjaga Kesehatan di Usia Produktif

Melihat tingginya angka gangguan muskuloskeletal pada pekerja, para ahli mengingatkan pentingnya menerapkan gaya hidup sehat sejak usia produktif.

Beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan antara lain rutin melakukan peregangan saat bekerja, menjaga postur tubuh, berolahraga secara teratur, serta menghindari duduk terlalu lama tanpa jeda.

Dengan kebiasaan tersebut, risiko gangguan otot dan sendi dapat dikurangi sehingga produktivitas kerja tetap terjaga.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia