Sumsel
HL Sumsel

Sinopsis The Bell Panggilan untuk Mati, Hidupnya Teror Hantu Panebok di Tengah Masyarakat Belitung

Septiyanti Dwi Cahyani | 7 Mei 2026, 06:00 WIB
Sinopsis The Bell Panggilan untuk Mati, Hidupnya Teror Hantu Panebok di Tengah Masyarakat Belitung
Poster film The Bell (Imdb)

AKURAT. CO SUMSEL - Bioskop Indonesia kembali menghadirkan film horor dengan kisah yang diangkat dari mitos ata kepercayaan masyarakat di salah satu daerah Indonesia.

Film bertajuk The Bell: Panggilan untuk Mati, mengangkat legenda lokal hantu Penebok (tanpa kepala) 1yang memegang lonceng pemanggil kematian.

Mitos tentang teror hantu tanpa kepala ini hidup di tengah masyarakat Belitung.

Baca Juga: Dikejar Polisi, Pelaku Curanmor Tinggalkan Motor di Gandus

Seperti apa kisahnya? Simak sinopsisnya berikut ini.

Sinopsis The Bell Panggilan untuk Mati

Di Pulau Belitung, kepercayaan terhadap hal-hal mistis masih hidup di tengah masyarakat modern.

Baca Juga: Ratu Dewa Rotasi 19 Pejabat, Dorong Akselerasi Kinerja Pemkot Palembang

Salah satunya adalah sebuah lonceng keramat yang selama ratusan tahun dijaga oleh garis keturunan dukun untuk mengurung roh-roh jahat.

Namun ketika lonceng itu dibunyikan oleh orang yang tidak memahami risikonya, sebuah teror pun terlepas.

Penebok sosok setan tanpa kepala yang dikenal haus tumbal kini kembali dan mulai menghantui desa, menyebarkan ketakutan yang tak bisa dijelaskan. .

Baca Juga: Olah TKP Dilakukan, Polisi Dalami Kasus Kekerasan Seksual Anak di Palembang

Teror tersebut memaksa Danto (Bhisma Mulia), yang telah lama meninggalkan Belitung, untuk pulang. Bersama Airin (Ratu Sofia) dan Hanafi (Maulidan Zuhri), ia terjebak dalam upaya melawan kekuatan tak kasat mata yang berakar pada kepercayaan lama dan rahasia yang belum sepenuhnya terungkap.

Daftar Pemain dan Orang di Balik Layar

The Bell Panggilan untuk Mati merulakan film arahan sutradara Jay Sukmo di bawah naungan rumah produksi Sinemata Buana Kreasindo.

Baca Juga: Sabu 10,3 Kg Digagalkan Beredar di Palembang, Dua Pengedar Diringkus

Nashkahnya ditulis oleh Priesnanda Dwisatria, dengan Aris Muda Irawan dan Rendy Gunawan sebagai produser.

Film ini menampilkan bintang-bintang muda seperti Bhisma Mulia, Ratu Sofia, Maulidan Zuhri, Givina Lukita Dewi, Syalom Razade, Mathias Muchus, Septian Dwi Cahya, hingga Nabil Lunggana. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.