Sumsel
HL Sumsel

Ghost In The Cell Tembus 2 Juta Penonton dan Bakal Tayang di 86 Negara

Septiyanti Dwi Cahyani | 30 April 2026, 08:00 WIB
Ghost In The Cell Tembus 2 Juta Penonton dan Bakal Tayang di 86 Negara
Film Ghost In The Cell.

AKURAT. CO SUMSEL - Indonesia kembali mencuri perhatian dunia lewat film karya terbaik anak bangsa. 

Film horor komedi Ghos In The Cell besutan Joko Anwar dipastikan akan menyapa penonton global setelah hak siarnya terjual di 86 negara.

Pencapaian impresif ini menjadi bukti nyata bahwa industri kreatif Indonesia bukan lagi sekadar hiburan, melainkan sektor potensial yang mampu bersaing di kancah internasional.

Baca Juga: Pemerintah Tetapkan Bea Masuk Bahan Baku Plastik 0 Persen Jaga Biaya Produksi

Tak hanya di luar negeri, Ghost In The Cell juga mendulang kesuksesan di dalam negeri.

Melalui akun Instagram pribadinya, Joko Anwar mengumumkan bahwa film yang dibintangi oleh Abimana dan Lukman Sardi ini telah ditonton lebih dari 2 juta penonton sejak tayang perdana pada 16 April 2026.

Pencapaian ini berhasil diraih hanya dalam kurun waktu 13 hari alias kurang dari 2 minggu penayangan.

Baca Juga: Sumsel Berpotensi Hujan Dua Hari ke Depan, Masyarakat Diimbau Waspada Air Sungai Pasang

Tentang Ghost In The Cell

Film Ghos in The Cell adalah film horor-komedi garapan Joko Anwar yang berkisah tentang teror supranatural di Lapas Labuhan Angsana.

Narapidana di lapas tersebut diteror oleh hantu yang mengincar orang dengan aura negatif, memaksa mereka berbuat kebaikan demi bertahan hidup di tengah penindasan sistem penjara.

Baca Juga: Jemaah Haji Babel Transit di Bandara SMB II Palembang Awal Mei 2026

Lapas Labuhan Angsana sendiri, digambarkan sebagai tempat yang kejam, penuh penindasan oleh pejabat lapas dan kekerasan antar narapidana.

Kematian beruntun secara tidak wajar mulai terjadi setelah seorang mantan jurnalis yang terlibat kasus kriminal mengerikan masuk ke lapas tersebut.

Insiden ini menjadi titik awal mula teror terjadi.

Baca Juga: Update Daftar Nama 16 Korban Meninggal Kecelakaan KRL dan Kereta Api di Bekasi

Ternyata, entitas gaib yang menghantui lapas menargetkan mereka yang memiliki emosi negatif, seperti amarah dan putus asa.

Para narapidana, yang dipimpin oleh Anggoro (Abimana Aryasatya), berusaha mengubah perilaku menjadi lebih positif untuk menghindari kematian.

Namun, usaha ini berat karena lingkungan penjara yang korup dan keras.

Baca Juga: Imunisasi Balita di Sumsel 2025: BCG dan Polio Tinggi, Campak Masih Rendah

Film ini menggabungkan horor dengan komedi satir, menyindir ketimpangan sosial dan penyalahgunaan kekuasaan di dalam sistem hukum. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.