Ghost In The Cell Tembus 2 Juta Penonton dan Bakal Tayang di 86 Negara

AKURAT. CO SUMSEL - Indonesia kembali mencuri perhatian dunia lewat film karya terbaik anak bangsa.
Film horor komedi Ghos In The Cell besutan Joko Anwar dipastikan akan menyapa penonton global setelah hak siarnya terjual di 86 negara.
Pencapaian impresif ini menjadi bukti nyata bahwa industri kreatif Indonesia bukan lagi sekadar hiburan, melainkan sektor potensial yang mampu bersaing di kancah internasional.
Baca Juga: Pemerintah Tetapkan Bea Masuk Bahan Baku Plastik 0 Persen Jaga Biaya Produksi
Tak hanya di luar negeri, Ghost In The Cell juga mendulang kesuksesan di dalam negeri.
Melalui akun Instagram pribadinya, Joko Anwar mengumumkan bahwa film yang dibintangi oleh Abimana dan Lukman Sardi ini telah ditonton lebih dari 2 juta penonton sejak tayang perdana pada 16 April 2026.
Pencapaian ini berhasil diraih hanya dalam kurun waktu 13 hari alias kurang dari 2 minggu penayangan.
Baca Juga: Sumsel Berpotensi Hujan Dua Hari ke Depan, Masyarakat Diimbau Waspada Air Sungai Pasang
Tentang Ghost In The Cell
Film Ghos in The Cell adalah film horor-komedi garapan Joko Anwar yang berkisah tentang teror supranatural di Lapas Labuhan Angsana.
Narapidana di lapas tersebut diteror oleh hantu yang mengincar orang dengan aura negatif, memaksa mereka berbuat kebaikan demi bertahan hidup di tengah penindasan sistem penjara.
Baca Juga: Jemaah Haji Babel Transit di Bandara SMB II Palembang Awal Mei 2026
Lapas Labuhan Angsana sendiri, digambarkan sebagai tempat yang kejam, penuh penindasan oleh pejabat lapas dan kekerasan antar narapidana.
Kematian beruntun secara tidak wajar mulai terjadi setelah seorang mantan jurnalis yang terlibat kasus kriminal mengerikan masuk ke lapas tersebut.
Insiden ini menjadi titik awal mula teror terjadi.
Baca Juga: Update Daftar Nama 16 Korban Meninggal Kecelakaan KRL dan Kereta Api di Bekasi
Ternyata, entitas gaib yang menghantui lapas menargetkan mereka yang memiliki emosi negatif, seperti amarah dan putus asa.
Para narapidana, yang dipimpin oleh Anggoro (Abimana Aryasatya), berusaha mengubah perilaku menjadi lebih positif untuk menghindari kematian.
Namun, usaha ini berat karena lingkungan penjara yang korup dan keras.
Baca Juga: Imunisasi Balita di Sumsel 2025: BCG dan Polio Tinggi, Campak Masih Rendah
Film ini menggabungkan horor dengan komedi satir, menyindir ketimpangan sosial dan penyalahgunaan kekuasaan di dalam sistem hukum. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Bansos PKH Juni 2026 Cair Kapan? Ini Aturan Jadwal, Besaran Nominal hingga Cara Cek Penerima
- 2Jadwal Timnas Indonesia Vs Vietnam, Laga Penentu Tiket Semifinal Piala AFF U 19 2026
- 3Harga Karet Sumsel Tembus Rp41 Ribu per Kg, Petani Nikmati Kenaikan Tertinggi dalam Beberapa Tahun Terakhir
- 4Kapan PIP Kemendikdasmen Juni 2026 Cair? Pantau Jadwal Penyaluran Termin 2 di Sini
- 5Jadwal Siaran Langsung Piala Dunia 2026 dengan Jam Tayang WIB
- 6Daftar Harga BBM Terbaru di Sumsel, Dexlite dan Pertamina Dex Turun Lagi
- 7Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru Berlaku Mulai 10 Juni 2026, Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter
- 85 Tuntutan Mahasiswa dalam Demo di Bundaran HI Jakarta Hari Ini
- 9Vivo S60 Series Resmi Meluncur, Usung Baterai 7.200mAh dan Layar 144Hz
- 10Cuaca Palembang Makin Terik, BMKG Ungkap Penyebab Suhu Terasa Ekstrem








