Sumsel

Lagi Jualan Kaligrafi, Pedagang di Palembang Dihajar Enam Orang Pakai Besi

Maman Suparman | 5 November 2025, 15:50 WIB
Lagi Jualan Kaligrafi, Pedagang di Palembang Dihajar Enam Orang Pakai Besi

AKURAT.CO SUMSEL Seorang pedagang kaligrafi keliling di Palembang, Adi (37), menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok orang.

Ia dipukuli secara brutal lantaran dituduh memecahkan etalase rumah makan milik salah satu pelaku.

Peristiwa ini terjadi di kawasan Jalan Gubernur Bastari, tepatnya di Pasar Pagi Palembang, Senin (3/11/2025) sekitar pukul 18.30 WIB. Tidak terima atas penganiayaan tersebut, korban melapor ke Polrestabes Palembang, Rabu (5/11/2025) pagi.

Kepada petugas, Adi yang merupakan warga Lorong Habibi, Kelurahan Silaberanti, Kecamatan Jakabaring, mengaku dianiaya oleh enam orang tak dikenal ketika sedang menjajakan dagangannya.

“Seperti biasa saya keliling jual kaligrafi. Saat lewat di lokasi itu, tiba-tiba mereka datang dan langsung memukuli saya pakai besi. Katanya saya memecahkan kaca etalase rumah makan,” ujar Adi kepada petugas, Rabu (5/11/2025).

Baca Juga: Sumsel United Alami Penurunan Performa, Nilmaizar Fokus Perbaiki Taktikal Jelang Hadapi Garudayaksa

Korban sempat mengalami luka di bagian wajah, bahu, dan tangan akibat dipukuli. Beruntung, seorang warga yang melintas melihat kejadian tersebut dan segera melerai.

“Kalau tidak ada warga yang nolong, mungkin saya lebih parah. Setelah itu saya langsung minta bantuan dan lapor ke polisi,” tambahnya dengan wajah masih tampak lebam.

Kasus tersebut kini tengah dalam penanganan Unit Pidana Umum (Pidum) Satreskrim Polrestabes Palembang.

Kepala SPK Polrestabes Palembang, Ipda Ammar, membenarkan adanya laporan dugaan pengeroyokan tersebut.

“Laporan sudah diterima dan akan segera ditindaklanjuti oleh penyidik Satreskrim Unit Pidum untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut dan menangkap para pelaku,” ujarnya. (Deny Wahyudi)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia