Sumsel
HL Sumsel

Di Tengah Tantangan Global, Investasi Domestik Sumsel Tetap Tumbuh

Kurnia | 3 Juni 2026, 21:00 WIB
Di Tengah Tantangan Global, Investasi Domestik Sumsel Tetap Tumbuh
Ilustrasi.

AKURAT.CO SUMSEL Investasi di Sumatera Selatan (Sumsel) masih menunjukkan kinerja positif pada awal 2026.

Di tengah tantangan ekonomi global yang berdampak pada perlambatan investasi asing, penanaman modal dalam negeri (PMDN) justru menjadi motor utama pertumbuhan investasi di daerah tersebut.

Data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumsel mencatat realisasi investasi sepanjang triwulan I 2026 mencapai Rp12,96 triliun.

Dari jumlah tersebut, PMDN mendominasi dengan nilai Rp10,43 triliun atau sekitar 80,48 persen dari total investasi yang masuk.

Kepala Kelompok Kerja Data dan Informasi DPMPTSP Sumsel, Eko Agusrianto, mengatakan capaian tersebut juga mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

"Jika dibandingkan triwulan I 2025 yang mencapai Rp9,84 triliun, realisasi PMDN tahun ini naik menjadi Rp10,43 triliun atau tumbuh sekitar 5,99 persen," ujarnya, Rabu (3/6/2026).

Baca Juga: Dolar AS Nyaris Rp18000, Ini 3 Hal yang Bisa Dilakukan Warga Indonesia untuk Perkuat Rupiah

Menurut Eko, peningkatan investasi domestik tidak lepas dari semakin baiknya kepatuhan pelaku usaha dalam menyampaikan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) melalui sistem Online Single Submission (OSS).

Selain itu, pemerintah daerah terus melakukan pendampingan dan fasilitasi kepada pelaku usaha, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, untuk mengatasi berbagai kendala yang dihadapi dalam proses perizinan maupun pelaporan investasi.

"Kami terus melakukan pendampingan kepada pelaku usaha. Dari pelaporan inilah kita bisa mengetahui perkembangan dan nilai investasi yang masuk ke Sumsel," katanya.

DPMPTSP juga aktif melakukan pelayanan jemput bola ke lapangan guna membantu pelaku usaha, terutama usaha menengah, dalam mengurus perizinan dan memahami regulasi investasi.

Langkah tersebut turut mendorong peningkatan penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) baru di berbagai daerah.

Dari sisi sektor usaha, investasi PMDN terbesar pada triwulan I 2026 masih didominasi sektor pertambangan dengan nilai mencapai Rp2,7 triliun. Posisi berikutnya ditempati sektor tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan sebesar Rp2,07 triliun.

Selanjutnya, industri makanan menyumbang investasi Rp1,62 triliun, industri kimia dan farmasi Rp1,47 triliun, serta sektor konstruksi sebesar Rp894 miliar.

Sementara itu, untuk investasi asing atau penanaman modal asing (PMA), sektor industri kertas dan percetakan menjadi kontributor terbesar dengan nilai Rp1,20 triliun. Disusul sektor listrik, gas dan air sebesar Rp407 miliar, kehutanan Rp181 miliar, industri makanan Rp145 miliar, serta transportasi, pergudangan dan telekomunikasi Rp131 miliar.

Secara keseluruhan, realisasi investasi Sumsel pada tiga bulan pertama tahun ini telah mencapai 17,58 persen dari target investasi nasional yang ditetapkan pemerintah pusat.

Sementara terhadap target yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), capaian tersebut sudah mencapai 28,37 persen.

Pemerintah Provinsi Sumsel optimistis tren positif investasi dapat terus berlanjut hingga akhir tahun, seiring membaiknya iklim usaha dan meningkatnya aktivitas ekonomi di berbagai sektor strategis.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia