Sumsel Siapkan Jalan Tol Baru ke Tanjung Carat, Nilai Investasi Rp26 Triliun

AKURAT.CO SUMSEL Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terus mempercepat pembangunan jalan tol menuju Pelabuhan Palembang Baru di Tanjung Carat.
Proyek strategis bernilai investasi sekitar Rp26 triliun itu diproyeksikan menjadi motor baru penguatan logistik, industri, dan hilirisasi komoditas unggulan di Sumsel.
Sekretaris Daerah Sumsel, Edward Candra, mengatakan keberadaan Pelabuhan Tanjung Carat akan menjadi pintu gerbang logistik baru yang mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah secara signifikan.
Menurutnya, integrasi antara pelabuhan dan jalan tol akan memangkas biaya distribusi barang, meningkatkan efisiensi transportasi logistik, sekaligus memperkuat daya tarik investasi di Sumsel.
“Pemprov Sumsel mendukung penuh percepatan proyek strategis ini melalui sinkronisasi tata ruang, dukungan regulasi daerah, koordinasi lintas kabupaten dan kota, hingga fasilitasi penyelesaian hambatan di lapangan,” ujar Edward, Jumat (15/5/2026).
Edward menilai proyek tersebut akan memberikan efek berantai besar terhadap perekonomian Sumsel. Selain membuka lapangan kerja baru, proyek ini juga diyakini mampu memicu pertumbuhan kawasan industri dan mempercepat hilirisasi batu bara serta komoditas unggulan lainnya.
“Ini bukan hanya soal pembangunan jalan tol, tetapi tentang bagaimana Sumsel memperkuat posisinya sebagai pusat logistik dan industri di Pulau Sumatra,” katanya.
Sementara itu, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Wakil Kepala BKPM, Todotua Pasaribu, menjelaskan proyek tol menuju Tanjung Carat merupakan bagian dari pengembangan lanjutan backbone Jalan Tol Trans Sumatra.
Ia menyebutkan, jalur baru nantinya akan terhubung dari pintu Tol Betung menuju kawasan Pelabuhan Tanjung Carat dengan panjang sekitar 80 kilometer.
“Dari backbone Tol Sumatra nanti akan ada interkoneksi menuju Tanjung Carat sepanjang sekitar 80 kilometer. Kemudian ruas existing Palembang–Prabumulih juga akan diperpanjang sekitar 37 kilometer hingga Muara Enim,” jelas Todotua.
Menurutnya, proyek jalan tol tersebut akan menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), sama seperti pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat.
Dalam skema itu, Kementerian Pekerjaan Umum akan membantu proses pengadaan lahan, sementara pembangunan fisik jalan tol akan dikerjakan oleh PT Hutama Karya.
“Total investasi pembangunan jalan tol ini diperkirakan mencapai sekitar Rp26 triliun,” ujarnya.
Keberadaan Pelabuhan Tanjung Carat dan konektivitas jalan tol nantinya diharapkan mampu menjadi jalur distribusi utama berbagai komoditas dari Sumsel menuju pasar nasional maupun internasional.
Selain mempercepat arus logistik, proyek ini juga dipandang sebagai langkah besar Sumsel dalam memperkuat daya saing ekonomi daerah di tengah meningkatnya kebutuhan infrastruktur industri dan perdagangan nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Bansos PKH Juni 2026 Cair Kapan? Ini Aturan Jadwal, Besaran Nominal hingga Cara Cek Penerima
- 2Harga Karet Sumsel Tembus Rp41 Ribu per Kg, Petani Nikmati Kenaikan Tertinggi dalam Beberapa Tahun Terakhir
- 3Jadwal Siaran Langsung Piala Dunia 2026 dengan Jam Tayang WIB
- 4Daftar Harga BBM Terbaru di Sumsel, Dexlite dan Pertamina Dex Turun Lagi
- 55 Tuntutan Mahasiswa dalam Demo di Bundaran HI Jakarta Hari Ini
- 6Jadwal Piala Dunia 2026: Qatar vs Swiss, Brazil Hadapi Maroko, hingga Haiti Tantang Skotlandia
- 7Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru Berlaku Mulai 10 Juni 2026, Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter
- 8Bansos BPNT Juni 2026 Cair Kapan? Ini Cara Cek Status Penerima, Nominal, dan Jadwal Pencairan
- 9Vivo S60 Series Resmi Meluncur, Usung Baterai 7.200mAh dan Layar 144Hz
- 10Cuaca Palembang Makin Terik, BMKG Ungkap Penyebab Suhu Terasa Ekstrem









