CPO Sumsel Siap Banjiri Pasar Amerika, Infrastruktur Pelabuhan Masih Jadi Ganjalan Utama
AKURAT.CO SUMSEL Kebijakan tarif resiprokal 0 persen untuk 1.819 produk Indonesia ke pasar Amerika Serikat (AS), termasuk minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO), membawa angin segar bagi industri sawit nasional.
Namun, bagi Sumatera Selatan (Sumsel), peluang emas ini terancam layu sebelum berkembang akibat hambatan klasik: infrastruktur logistik.
Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Sumatera Selatan, Alex Sugiarto, mengungkapkan bahwa kebijakan ini merupakan senjata kuat untuk meningkatkan daya saing CPO lokal di pasar nabati global, terutama di tengah ketatnya regulasi deforestasi Uni Eropa (EUDR).
Alex menegaskan bahwa dari sisi hulu, Sumsel tidak memiliki masalah. Kapasitas produksi dan performa Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di Bumi Sriwijaya dinilai sangat memadai untuk memenuhi lonjakan permintaan dari Negeri Paman Sam.
Baca Juga: Mangkraknya Proyek Masjid Sriwijaya dan Pasar Cinde, Deretan Kasus yang Menjerat Alex Noerdin
Sayangnya, kesiapan di tingkat produksi tidak dibarengi dengan fasilitas pengiriman yang mumpuni. Hingga kini, Sumsel belum memiliki pelabuhan samudra yang mampu melayani kapal kargo skala besar secara langsung.
"Secara kapasitas PKS di Sumsel sangat memadai, tetapi kendala utama kami adalah distribusi dan transportasi. Kita belum punya pelabuhan samudra," ujar Alex, Selasa (24/2/2026).
Absennya pelabuhan laut dalam memaksa para pengusaha sawit di Sumsel mengirimkan komoditas mereka melalui pelabuhan di provinsi tetangga. Hal ini memicu membengkaknya biaya logistik yang pada akhirnya menggerus margin keuntungan dan melemahkan harga jual di tingkat daerah.
Menurut Alex, tarif 0 persen dari Amerika Serikat hanya akan menjadi angka di atas kertas jika efisiensi pengiriman tidak diperbaiki. Harapan besar kini digantungkan pada realisasi pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat yang diproyeksikan menjadi pelabuhan utama pengganti Pelabuhan Boom Baru.
"Produksi sejauh ini tidak pernah ada kendala. Kami sangat berharap pembangunan Pelabuhan Samudra (Tanjung Carat) segera direalisasikan agar peluang ekspor ini bisa dimanfaatkan secara optimal," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Bansos PKH Juni 2026 Cair Kapan? Ini Aturan Jadwal, Besaran Nominal hingga Cara Cek Penerima
- 2Jadwal Timnas Indonesia Vs Vietnam, Laga Penentu Tiket Semifinal Piala AFF U 19 2026
- 3Harga Karet Sumsel Tembus Rp41 Ribu per Kg, Petani Nikmati Kenaikan Tertinggi dalam Beberapa Tahun Terakhir
- 4Kapan PIP Kemendikdasmen Juni 2026 Cair? Pantau Jadwal Penyaluran Termin 2 di Sini
- 5Jadwal Siaran Langsung Piala Dunia 2026 dengan Jam Tayang WIB
- 6Daftar Harga BBM Terbaru di Sumsel, Dexlite dan Pertamina Dex Turun Lagi
- 7Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru Berlaku Mulai 10 Juni 2026, Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter
- 85 Tuntutan Mahasiswa dalam Demo di Bundaran HI Jakarta Hari Ini
- 9Vivo S60 Series Resmi Meluncur, Usung Baterai 7.200mAh dan Layar 144Hz
- 10Cuaca Palembang Makin Terik, BMKG Ungkap Penyebab Suhu Terasa Ekstrem








