Sumsel

Hal-hal yang Harus Diketahui Soal Trump Turunkan Tarif Impor Indonesia Jadi 19 Persen, Untung atau Rugi ?

St Shofia Munawaroh | 17 Juli 2025, 12:12 WIB
Hal-hal yang Harus Diketahui Soal Trump Turunkan Tarif Impor Indonesia Jadi 19 Persen, Untung atau Rugi ?

AKURAT. CO SUMSEL - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan kesepakatan dagang baru pada Selasa (15/7/2025).

Salah satunya adalah diturunkannya tarif impor Indonesia menjadi 19 persen setelah sebelumnya 32 persen.

Kesepakatan ini diambil setelah Trump berbicara langsung dengan Presiden Indonesia, Prabowo Subianto.

Baca Juga: APBD Baru Terserap 27,32 Persen, Sekda Sumsel Desak OPD Bergerak Cepat dan Akhiri Budaya Autopilot

Berikut, adalah hal-hal yang perlu diketahui soal tarif impor baru Trump untuk Indonesia. 

Ada Empat Syarat

'Kado' manis Trump untuk Indonesia nyatanya tak benar-benar gratis.

Baca Juga: Saldo Gratis hingga Rp100 Ribu, Ini Cara Mudah Klaim Dana Kaget Resmi Hari Ini

Di balik penurunan tarif itu, ada empat syarat yang diajukan Trump untuk Indonesia, diantaranya:

1. Indonesia membebaskan tarif atas semua produk yang diekspor AS.

2. Indonesia harus mematuhi komitmen membeli energi senilai US$15 miliar dari AS atau Rp244,074 triliun (kurs Rp16.271 per dolar AS). 

Baca Juga: Empat Sekolah Swasta Elite di Palembang, Favorit Keluarga Menengah

3. Indonesia harus menjalankan komitmen mengimpor produk pertanian AS bernilai US$4,5 miliar atau Rp73 triliun.

4. Indonesia harus membeli 50 pesawat buatan Boeing.

Daftar 10 Produk Ekspor AS ke RI dengan Tarif 0 Persen

Baca Juga: Sinopsis Sore Istri dari Masa Depan, Film Fantasi Romantis Sedang Tayang di Bioskop

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI yang diolah dari US Census Bureau Statistics, total ekspor AS ke Indonesia mencapai US$10,2 miliar atau setara Rp166,09 triliun pada 2024.

Indonesia sendiri hanya menyumbang 0,49 persen dari total ekspor global AS. Berikut 10 barang utama yang diekspor AS ke Indonesia tahun ini:

- Bahan bakar mineral - US$1,63 miliar

Baca Juga: Tari Penguton, Tarian Tradisional Tertua di Sumsel, Cikal Bakal Gending Sriwijaya

- Biji dan buah mengandung minyak - US$1,26 miliar

- Mesin dan peralatan mekanis - US$1,21 miliar

- Bahan kimia organik - US$0,91 miliar

Baca Juga: Prakiraan Cuaca BMKG Kamis 17 Juli 2025, Hujan Ringan Hampir Rata di Seluruh Sumsel

- Residu dan sisa dari industri makanan - US$0,62 miliar

- Kendaraan udara - US$0,52 miliar

- Mesin dan perlengkapan elektrik - US$0,44 miliar

Baca Juga: Kredit Macet Hantui Petani Sumsel, NPL Capai 5% Akibat Salah Paham Hibah

- Pulp dari kayu, kertas - US$0,40 miliar

- Instrumen dan aparatus optik - US$0,27 miliar

- Produk susu, telur unggas, madu - US$0,21 miliar.

Baca Juga: Stok 100 Ribu Ton, Bulog Sumsel-Babel Pastikan Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2025

Siapa yang Paling Diuntungkan ? 

Trump menyebut kesepakatan ini menguntungkan AS.

Selain bebas tarif, Indonesia juga menyatakan komitmennya untuk membeli energi dari AS senilai US$15 miliar atau setara Rp244,27 triliun (asumsi kurs Rp16.293 per dolar AS), produk pertanian senilai US$4,5 miliar atau Rp73,32 triliun, dan 50 pesawat buatan Boeing yang sebagian besar merupakan jenis Boeing 777. 

Baca Juga: 1.900 Honorer Tak Lulus PPPK Diusulkan Jadi Pegawai Paruh Waktu, Pemkot Palembang Menanti Restu Pusat

Bagaimana dengan Indonesia? 

Dilansir dari berbagai sumber, beberapa pengamat dan pakar menilai jika kesepatakatan baru ini memang lebih banyak menguntungkan AS.

Salah satunya adalah Managing Director Research & Digital Production Samuel Sekuritas Indonesia Harry Su yang menyebut kesepakatan ini bisa menimbulkan masalah besar dari sisi sebaliknya.

Baca Juga: Jurist Tan, Tersangka Korupsi Chromebook yang Berstatus Buron dan Masuk DPO

Yakni produk-produk asal AS yang akan masuk ke pasar Indonesia dengan tarif 0%.

Salah satu kekhawatiran Harry adalah masuknya daging ayam dari AS.

Jika hal ini terjadi tanpa pembatasan, industri perunggasan lokal Indonesia terancam kolaps.

Baca Juga: Pemprov Sumsel Desak Kepastian Status Honorer, 900 Formasi PPPK Masih Menggantung

Ancaman serupa juga berlaku untuk komoditas jagung.

Jika jagung dari AS bisa masuk secara bebas ke pasar Indonesia, petani jagung lokal akan sulit bertahan karena biaya produksi di Indonesia jauh lebih tinggi dibandingkan di AS.(*) 

 

 

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.