Pisang dan Nanas Jadi Raja Buah di Sumsel, Produksinya Tembus Jutaan Kuintal

AKURAT.CO SUMSEL Sumatera Selatan masih menjadi salah satu daerah penghasil buah-buahan terbesar di Indonesia.
Dari berbagai jenis buah yang dibudidayakan masyarakat, pisang dan nanas tercatat sebagai komoditas dengan produksi tertinggi, jauh meninggalkan buah-buahan lainnya.
Berdasarkan data produksi buah-buahan dan sayuran tahunan terbaru, produksi pisang di Sumsel mencapai 4,52 juta kuintal.
Angka tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan seluruh komoditas buah yang tercatat.
Di posisi kedua terdapat nanas dengan produksi mencapai 2,73 juta kuintal.
Melimpahnya produksi kedua buah tersebut menunjukkan tingginya potensi sektor hortikultura Sumsel, baik untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal maupun luar daerah.
Baca Juga: Viral Lagu ‘My Little Bolu Ketan’, Bahlil Lahadalia Cari Sosok Pembuatnya: Saya Penasaran Sekali
Selain pisang dan nanas, durian juga menjadi salah satu buah unggulan masyarakat Sumsel. Produksinya mencapai 487.707 kuintal, menjadikannya buah dengan produksi terbesar ketiga.
Sementara itu, duku yang selama ini dikenal sebagai buah khas Sumsel juga mencatat produksi yang cukup besar, yakni 333.649 kuintal.
Komoditas ini masih menjadi andalan sejumlah daerah sentra perkebunan buah, terutama saat musim panen tiba.
Jeruk siam atau keprok berada di posisi berikutnya dengan produksi mencapai 293.589 kuintal.
Angka tersebut sedikit lebih tinggi dibandingkan produksi pepaya yang tercatat sebesar 290.186 kuintal.
Produksi mangga juga cukup signifikan dengan total 169.185 kuintal, disusul alpukat sebanyak 114.753 kuintal.
Sementara rambutan dan nangka masing-masing menghasilkan lebih dari 100 ribu kuintal sepanjang tahun.
Di kelompok buah dengan produksi menengah, terdapat jengkol yang mencapai 80.699 kuintal, jambu air 53.185 kuintal, jambu biji 43.578 kuintal, serta sawo sebanyak 42.848 kuintal.
Menariknya, buah lemon mulai menunjukkan potensi yang cukup besar dengan produksi mencapai 37.245 kuintal.
Angka tersebut bahkan melampaui produksi manggis yang berada di kisaran 34.125 kuintal.
Sementara itu, beberapa komoditas buah masih diproduksi dalam jumlah terbatas, seperti buah naga sebanyak 12.216 kuintal, salak 13.382 kuintal, sirsak 10.568 kuintal, dan belimbing 8.447 kuintal.
Adapun produksi paling rendah tercatat pada apel yang hanya mencapai satu kuintal. Kondisi ini dipengaruhi faktor iklim tropis Sumsel yang kurang cocok untuk pengembangan tanaman apel secara luas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Bansos PKH Juni 2026 Cair Kapan? Ini Aturan Jadwal, Besaran Nominal hingga Cara Cek Penerima
- 2Jadwal Timnas Indonesia Vs Vietnam, Laga Penentu Tiket Semifinal Piala AFF U 19 2026
- 3Harga Karet Sumsel Tembus Rp41 Ribu per Kg, Petani Nikmati Kenaikan Tertinggi dalam Beberapa Tahun Terakhir
- 4Kapan PIP Kemendikdasmen Juni 2026 Cair? Pantau Jadwal Penyaluran Termin 2 di Sini
- 5Jadwal Siaran Langsung Piala Dunia 2026 dengan Jam Tayang WIB
- 6Daftar Harga BBM Terbaru di Sumsel, Dexlite dan Pertamina Dex Turun Lagi
- 7Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru Berlaku Mulai 10 Juni 2026, Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter
- 85 Tuntutan Mahasiswa dalam Demo di Bundaran HI Jakarta Hari Ini
- 9Vivo S60 Series Resmi Meluncur, Usung Baterai 7.200mAh dan Layar 144Hz
- 10Cuaca Palembang Makin Terik, BMKG Ungkap Penyebab Suhu Terasa Ekstrem






