Sumsel

Jejak Karier Daud Joseph, Dirut PT Pos Indonesia yang Mundur Usai 3 Bulan Menjabat

Septiyanti Dwi Cahyani | 2 Juli 2026, 15:07 WIB
Jejak Karier Daud Joseph, Dirut PT Pos Indonesia yang Mundur Usai 3 Bulan Menjabat
Daud Joseph, Dirut PT Pos Indonesia yang mundur usai 3 bulan menjabat (Dok. PT Pos Indonesia)

AKURAT. CO SUMSEL - Direktur Utama (Dirut) PT Pos Indonesia (Persero) Daud Joseph mengundurkan diri dari jabatannya pada Kamis (2/7/2026).

Daud Joseph diketahui baru sekitar tiga bulan menjabat setelah penunjukannya pada 11 Maret 2026 sebagai Direktur Utama.

Adapun alasan pengunduran diri Joseph disebut murni didasari pertimbangan pribadi.

Baca Juga: Harga Emas Perhiasan Palembang Naik Tajam, Cek Rincian Terbarunya di Sini

PT Pos Indonesia (Persero) menghormati keputusan tersebut serta menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas dedikasi, pengabdian, dan kontribusi yang telah diberikan selama memimpin perusahaan.

Lantas, siapa sebenarnya sosok Daud Joseph dan rekam jejak kariernya sebelum akhirnya ditunjuk menjadi Dirut PT Pos Indonesia?

Profil dan Latar Belakang Pendidikan Daud Joseph

Baca Juga: Isu Sony Hentikan Produksi Disc Game PlayStation Mulai 2028 Beredar, Belum Ada Konfirmasi Resmi

Berdasarkan data biografi Daud Joseph di laman resmi PT Pos Indonesia, sosoknya digambarkan sebagai pemimpin visioner dengan dedikasi lebih dari 22 tahun dalam menavigasi transformasi strategis di sektor transportasi, agrobisnis, dan otomotif.

Daud merupakan lulusan Teknik Metalurgi Universitas Indonesia dan pemegang gelar Master of Global Management dari Thunderbird School of Global Management.

Sebelum akhirnya ditunjuk menjadi Direktur Utama PT Pos Indonesia, Daud pernah menjabat posisi strategis di beberapa perusahaan sebagai berikut.

Baca Juga: Paus Biru Sepanjang 13 Meter Mati Terdampar di Banyuasin, Evakuasi Sulit karena Terjepit di Bawah Rumah

Rekam Jejak Karier Daud Joseph

Perjalanan karier Daud dimulai sebagai Management Trainee di PT Astra International Tbk - Isuzu, di mana dia berhasil mengoptimalkan efisiensi operasional di 27 cabang bengkel di seluruh Indonesia.

Pengalaman internasional tersebut diakui melalui kolaborasi strategis dengan Pemerintah Kota Los Angeles dalam merumuskan metodologi investasi infrastruktur berbasis SDG.

Baca Juga: Inflasi Tahunan Sumsel 2,89 Persen, Masuk Empat Provinsi Terendah di Indonesia

Kiprahnya terus berkembang dari dunia otomotif ke sektor transportasi publik, hingga agrobisnis dan logistik.

Di sektor Transportasi Publik: Daud pernah menjabat sebagai Direktur Operasional dan Keselamatan di PT Transportasi Jakarta.

Di mana kala itu, ia memimpin 6.500 karyawan dan mencetak sejarah dengan pencapaian 1,4 juta pelanggan per hari serta mengukuhkan Transjakarta sebagai sistem BRT terpanjang di dunia.

Baca Juga: Laba BPJS Kesehatan Melonjak 157 Persen pada 2025, Ini Faktor Pendorongnya

Di bidang Restrukturisasi Operasional, Daud diketahui pernah menjabat sebagai Komisaris Utama di PT Steady Safe Tbk.

Terakhir di bidang Agrobisnis dan Logistik, yakni di PT Triputra Agro Persada Tbk dan PT SMART Tbk (Sinar Mas).

Daud disebut pernah mengelola armada masif hingga 6.000 unit dan 14.000 tenaga kerja, serta sukses meningkatkan pendapatan hingga 127% melalui rekayasa ulang proses bisnis dan mekanisasi panen. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.