Sumsel
HL Sumsel

5 Poin Penting Kritik Dino Patti Djalal Soal Kunker Presiden Prabowo ke Luar Negeri

Septiyanti Dwi Cahyani | 3 Juni 2026, 14:08 WIB
5 Poin Penting Kritik Dino Patti Djalal Soal Kunker Presiden Prabowo ke Luar Negeri
Dino Patti Djalal (Instagram/dinopattidjalal)

AKURAT. CO SUMSEL - Nama Dino Patti Djalal tengah jadi sorotan publik sejak kemunculannya beberapa waktu lalu.

Mantan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) itu mengunggah video pada Sabtu (30/5/2026) dan menyampaikan kritik serta beberapa saran soal perjalanan dinas atau kunjungan kerja Presiden Prabowo ke Luar Negeri.

Video ini seketika viral dan menuai beragam reaksi dari berbagai kalangan, termasuk Seskab Teddy Indra Wijaya.

Baca Juga: HIV/AIDS di Palembang Tembus 194 Kasus dalam 4 Bulan, Kelompok LSL Jadi Sorotan

Dino menilai Prabowo menjadi kepala negara tersering yang melakukan perjalanan ke luar negeri sejak menjabat.

Dino menyebut kunjungan kepala negara ke luar negeri memakan biaya yang besar, termasuk biaya rombongan tim pendahulu, biaya pesawat, biaya hotel, biaya logistik, biaya konsumsi, biaya protokoler, hingga pengamanan.

Satu perjalanan ke luar negeri, menurut Dino, bisa menelan biaya puluhan hingga ratusan miliar rupiah. Berangkat dari itu, Dino menyarankan beberapa hal kepada Prabowo, berikut diantaranya:

Baca Juga: Kejagung Geledah Kantor BGN, Kasus yang Diusut Masih Misterius

1. Gunakan Teknologi Video Call/ Zoom Call

Pertama, Dino menyarankan Prabowo lebih mengandalkan video call, Zoom call, atau telepon untuk berkomunikasi dengan pemimpin dunia.

Kata Dino, biasanya pembicaraan kunjungan bilateral berlangsung selama satu jam atau paling banter dua jam.

Baca Juga: 5 Cara Agar Tidak Mudah Panik Saat Ada Masalah, Tetap Tenang dan Fokus Cari Solusi

Perihal ini, Dino mencontohkan Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum, yang sudah 17 kali menelepon Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Kata Dino, Claudia belum sekali pun melakukan pertemuan bilateral, padahal Amerika adalah mitra perdagangan terbesar bagi Meksiko.

2. Bertemu Beberapa Kepala Negara dalam Satu Pertemuan

Baca Juga: Daftar 13 Charming Events Palembang Juni 2026: Ada Diskon Besar-besaran dari Awal hingga Akhir Bulan

Kedua, Dino menyarankan Prabowo memanfaatkan kunjungan ke suatu forum internasional bertemu kepala negara lain yang juga hadir.

Dino menyebut Presiden Finlandia Alexander Stubb pernah meminta waktu bertemu dengan Prabowo saat sidang PBB di New York, tapi tidak direspons.

Tak hanya itu, Dino mengatakan dalam KTT ASEAN di Cebu, Filipina, seorang kepala pemerintah negara ASEAN mengarahkan pertemuan bilateral, tapi juga tidak pernah direspons.

Baca Juga: Cek Rekening, Gaji 13 ASN hingga Pensiunan Cair Mulai 2 Juni 2026

Dino menyarankan Istana menerapkan formula 1 plus 8, yaitu dalam menghadiri forum internasional, Prabowo bisa menerima atau bertemu paling tidak dengan delapan kepala negara lain yang juga hadir.

3. Lakukan Perencanaan Kunker dengan Baik

Dino menyarankan kunjungan internasional Prabowo dapat dilakukan secara profesional dan direncanakan dengan baik.

Baca Juga: PIP Kemendikdasnen Juni 2026: Jadwal Pencairan dan Cara Cek Status Penerima

Dino mengamati ada sejumlah kunjungan yang dilakukan secara spontan, tanpa perencanaan dan tujuan yang jelas, sehingga secara garis besar perlu dipetakan setahun sebelumnya.

4. Gunakan Waktu 1 Tahun ke Depan untuk Terima Tamu

Keempat, Dino menyarankan untuk satu tahun ke depan Prabowo lebih banyak menerima tamu negara di Tanah Air ketimbang melakukan perjalanan ke luar negeri.

Baca Juga: Inflasi Palembang Naik Jadi 2,53 Persen, Pemkot Perketat Pengendalian Harga Pangan

Dino mencontohkan Presiden China Xi Jinping, yang lebih banyak menerima tamu negara di Beijing ketimbang bepergian ke luar negeri.

5. Alihkan Pekerjaan Taktis ke Menlu

Kelima, Dino menyarankan ke depan sebagian besar misi diplomatik yang bersifat taktis dapat ditangani Menlu Sugiono.

Baca Juga: Bekal Jadi Pemimpin, Herman Deru Soroti Pentingnya Pengalaman dan Wawasan

Hal ini menurut Dino akan menghemat biaya karena perjalanan Menlu hanya didampingi oleh tiga orang staf, akan jauh lebih hemat dari biaya perjalanan presiden.

Beberapa pandangan saran dan kritik Dino tersebut langsung ditanggapi oleh Sekretariat Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Dalam unggahannya di Instagram @sekretariat.kabinet, Teddy menyampaikan beberapa poin argumen yang membantah omongan Dino tersebut.

Baca Juga: Sindikat Aktivasi IMEI iPhone Black Market Dibongkar di Sumsel, 4 Orang Ditangkap

Salah satunya terkait masalah protokoler dan frekuensi ke luar negeri dalam 1,5 tahun terakhir.

Teddy menyampaikan Prabowo merupakan presiden baru yang mulai menjabat saat dunia sedang krisis.

Ia menyinggung konflik yang pecah di Ukraina, di Venezuela.

Baca Juga: Atasi Titik Macet, Pemkot Palembang Matangkan Rencana Pelebaran Jalan Parameswara

Lalu, konflik di Iran dan Timur Tengah. Oleh karenanya, Teddy mengatakan setiap pemimpin harus membangun hubungan yang dekat antar pemimpin dunia, tidak bisa hanya mengandalkan saat krisis baru kita minta bantuan. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.