Sumsel

Mengenang Sosok Hamdan ATT, Maestro Dangdut Indonesia yang Meninggal di Usia 76 Tahun

St Shofia Munawaroh | 2 Juli 2025, 09:15 WIB
Mengenang Sosok Hamdan ATT, Maestro Dangdut Indonesia yang Meninggal di Usia 76 Tahun

AKURAT. CO SUMSEL - Dunia hiburan Tanah Air kembali berduka.

Maestro dangdut Indonesia, Hamdan Attamami atau yang lebih dikenal Hamdan ATT dikabarkan meninggal di usia 76 tahun.

Kabar duka ini pertama kali disampaikan oleh putranya yang bernama Haykal melalui unggahan story Instagramnya @hay_kal pada Selasa (1/7/2025).

Baca Juga: PLN Palembang Jadwalkan Pemadaman Listrik Kamis 3 Juli 2025, Berikut Wilayah Terdampaknya

“Innalilahi wainna ilaihi Rojiun, telah berpulang ke Rahmatullah, Aba @realhamdan.att pada jam 12.00. Mohon doanya", tulis Haykal di dalam unggahannya.

Untuk mengenang sosok Hamdan ATT, berikut Akurat.co Sumsel tampilkan ulasan profil beserta perjalanan karier Hamdan di dunia dangdut Indonesia. 

Profil Hamdan ATT

Baca Juga: Prakiraan Cuaca BMKG Hari Ini, Hujan Ringan Melanda Sebagian Sumsel

Hamdan ATT lahir di Aru, Maluku, pada 27 Januari 1949.

Darah Arab-Ambon yang mengalir di tubuhnya menjadi warna tersendiri pada musikalitasnya.

Khususnya di jalur musik dangdut.

Baca Juga: OJK Sumsel Babel Catat 93 Persen Aduan Keuangan Ilegal Terkait Pinjol

Minatnya pada musik muncul sejak masa remaja.

Ia terinspirasi oleh gitaris Hank Marvin dari grup The Shadows.

Perjalanan Karier di Dunia Musik

Baca Juga: Cegah Kenakalan Remaja, Pemprov Sumsel Gelar Retret Karakter untuk 100 Siswa Terpilih

Perjalanan karier Hamdan ATT di dunia musik dimulai ada 1964 dengan mendirikan grup musik Quinta Bayangan.

Pada 1968, Hamdan bergabung dengan band Nada Buana yang tampil di TVRI.

Setelah menamatkan pendidikan tinggi pada 1975, Hamdan ATT memantapkan langkahnya di jalur musik dangdut, genre yang kemudian mengantarnya ke puncak popularitas.

Baca Juga: Polisi Selidiki Dugaan Kelalaian di Balik Ambruknya Jembatan Muara Lawai, Dua Korban Terluka

Popularitas Melejit Lewat Lagu Termiskin di Dunia

Nama Hamdan ATT mulai dikenal luas saat ia menyanyikan lagu bertajuk Termiskin di Dunia.

Lagu ini tak hanya dikenal pada masanya, tetapi juga bisa dinikmati lintas generasi hingga sekarang.

Baca Juga: Sekali Beraksi, Maling Gasak Dua Motor Sekaligus di Kosan Palembang

Selain Termiskin di Dunia, Hamdan ATT juga populer lewat lagu-lagu hits. 

Seperti Berkawan Dalam Duka, Jangan Cintai Aku, Petualangan Cinta, Nurlela, Dingin, Bekas Pacar, Sakit Hati, Mabuk Judi, Emas Menjadi Tembaga, dan Memory di Kereta.

Lirik yang puitis dengan gaya bermusik khas menjadikan karya Hamdan ATT selalu masuk di hati para penggemar dangdut. 

Baca Juga: Viral! Aksi Curanmor Terekam Kamera di Belakang Polrestabes Palembang

Gaya Musik Khas Perpaduan Arab Ambon

Salah satu keunikan sekaligus menjadi ciri khas Hamdan ATT adalah pada kemampuannya memadukan unsur Arab dan Ambon.

Karakter vokalnya yang merdu berpadu dengan instrumen dangdut tradisional membuat lagunya memiliki identitas kuat.

Baca Juga: Ahmad Dhani Unggah Video Kompilasi Gibah dan Fitnah Maia Estianty, Sebut Upaya Pembelaan Anak dan Istrinya

Tak heran, sejumlah karya miliknya terdaftar di PAPPRI dan RAI untuk perlindungan hak cipta dan royalti.

Penghargaan dan dedikasinya untuk musik dangdut

Sebagai bentuk penghormatan atas dedikasinya, Hamdan ATT mendapat penghargaan Lifetime Achievement di ajang Indonesian Dangdut Awards pada 2021.

Baca Juga: Mobil Parkir di Rumah Kakak Raib Digasak Maling, Warga Palembang Lapor Polisi

Dalam momen tersebut, ia hadir dengan kondisi duduk di kursi roda seolah menegaskan perjuangan dan kecintaannya pada dunia musik meski kondisi kesehatan sudah mulai menurun.

Pelatih Vokal

Selain tampil di atas panggung, Hamdan ATT juga dikenal sebagai pelatih vokal di ajang pencarian bakat dangdut di televisi.

Ia aktif membimbing generasi baru untuk mengenal dan mencintai musik dangdut, membuktikan kontribusinya tidak hanya sebagai penyanyi tetapi juga pendidik.(*) 

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.