Fakta-fakta OTT Wamenaker Immanuel Ebenezer, 22 Barang Mewah Disita hingga Tanggapan Prabowo

AKURAT. CO SUMSEL - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap pejabat publik.
Kali ini, operasi senyap tersebut dilakukan untuk menangkap Wamenaker Immanuel Ebenezer.
OTT dilaksanakan pada Rabu (20/8/2025) malam di Jakarta.
Baca Juga: Deretan Barang Mewah Immanuel Ebenezer yang Disita KPK, Ada Toyota hingga Ducati
Berikut adalah fakta-fakta yang perlu diketahui terkait OTT Immanuel Ebenezer:
Pemerasaan Pengurusan Sertifikat K3
Operasi senyap ini berkaitan dengan dugaan pemerasan terhadap perusahaan dalam pengurusan sertifikat K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja).
Baca Juga: Jadwal Bioskop Palembang Sabtu 23 Agustus 2025, Panggil Aku Ayah Masih Bertahan
Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto menyebutkan, modus pemerasan tersebut sudah berlangsung sejak lama dengan nilai uang yang cukup besar.
Ruang K3 Kemnaker Disegel
KPK juga menyegel ruang K3 di Kementerian Ketenagakerjaan.
Baca Juga: BMKG Prediksi Sumsel Berpotensi Hujan Ringan Disertai Petir Hari Ini Jumat 22 Agustus 2025
Namun, KPK tidak menyampaikan alasan penyegelan ruangan tersebut.
Total 15 Orang Ditangkap
Selain Immanuel, KPK juga menangkap 14 orang lainnya.
Baca Juga: Waspada Puncak Kemarau, Karhutla di Sumsel Sudah Hanguskan 1.416 Hektare
Selanjutnya, Immanuel dan 14 orang lainnya tersebut langsung menjalani pemeriksaan intensif dengan KPK.
Kini, KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum Immanuel dan 14 orang tersebut.
22 Barang Mewah dan Sejumlah Uang Disita
Baca Juga: Seorang Wanita di Palembang Jadi Korban Penganiayaan Rekan Sendiri, Lapor ke Polisi
Dalam OTT kali ini, KPK menyita sejumlah uang dan 22 barang mewah milik Immanuel Ebenezer yang terdiri dari 15 mobil dan 7 motor.
Setelah disita, 22 kendaraan tersebut dipamerkan KPK di depan Gedung Merah Putih.
Tanggapan Presiden Prabowo
Baca Juga: Usut Korupsi di Dinas Perkimtan, Kejari Palembang Telah Periksa 30 Saksi
Presiden Prabowo menyayangkan Wamenaker terjaring operasi senyap KPK.
Pasalnya, Prabowo telah berulang kali mengingatkan agar jajaran Kabinet Merah Putih tidak melakukan korupsi. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









