Hasil Penyelidikan Kematian Lulah Lahfah: Temuan Tabung Whip Pink hingga 44 Butir Obat-obatan

AKURAT. CO SUMSEL - Polisi menyatakan penyelidikan terhadap kematian Influencer Lula Lahfah telah selesai.
Polisi menyelidiki kasus ini menggunakan metode investigasi ilmiah (scientific investigation), mengingat pihak keluarga menolak dilakukan autopsi terhadap jasad Lula.
Dalam konferensi per yang digelar Polisi pada Jumat (30/1/2026), terungkap beberapa temuan polisi terkait hasil penyelidikan.
Baca Juga: Sumsel Pasang Kuda-kuda Hadapi Inflasi Ramadan, Pasar Murah Diguyur Mulai Februari
Mulai dari temuan tabung Whip Pink sampai bercak darah di seprai Lula Lahfah. Berikut rangkuman lengkapnya;
1. Tidak Ada Kekerasan dan Unsur Pidana
Polisi memastikan tidak ada tindak kekerasan atau upaya melawan hukum yang menyebabkan selebgram Lula Lahfah meninggal dunia.
Baca Juga: Jokowi Siap Habis-habisan Keliling Indonesia demi Perkuat Akar Rumput PSI di Rakernas Makassar
Pernyataan itu diperkuat oleh Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Iskandarsyah berdasarkan eterangan dari RS Fatmawati yang menyatakan Lula meninggal dunia akibat henti napas.
Oleh karenanya, polisi menyatakan kasus ini selesai karena tidak ada unsur pidana di dalamnya.
2. Jejak Terakhir Lula dan Orang-orang Terdekatnya
Baca Juga: Rekonstruksi 33 Adegan Ungkap Detik-detik Pembunuhan Bos Kerupuk di Palembang
Jejak terakhir Lula ditelusuri melalui rekaman CCTV sejak Kamis (22/1/2026) dengan rangkaian kegiatan sebagai berikut:
Kamis, 22 Januari 2026
- 15.18 WIB Lula bersama temannya, VA turun dari lantai 25 apartemen.
Baca Juga: Kapolres Palembang Janji Akan Tindak Tegas Anggota yang Tabrak Pengendara Motor Hingga Tewas
- 16.09 WIB Lula dan temannya tiba di sebuah restoran di wilayah Gunawarman, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan dan meninggalkan lokasi pukul 17.40 WIB.
- 18.42 WIB Lula dan VA tiba di apartemen dan naik ke lantai 25.
- 19.37 WIB Lula turun lagi bersama asistennya, Cindy dan pergi ke RS Pondok Indah untuk pemeriksaan kesehatan.
Baca Juga: Pengendara Motor Tewas Ditabrak Mobil Patroli di Kertapati, Anggota Polisi Diperiksa Propam
- 21.58 WIB, Asiah, asisten Lula turun ke lantai dasar apartemen dan naik pukul 22.00 WIB sambil membawa sebuah tabung gas yang dibungkus plastik.
22.00 WIB keberadaan Lula terekam dalam CCTV rumah sakit.
22.51 WIB Lula kembali ke apartemennya dan naik ke lantai 25 bersama Cindy, setelah itu keberadaan Lula tak terekam kamera pengawas.
Baca Juga: Pengendara Motor Tewas Ditabrak Mobil Patroli di Kertapati, Anggota Polisi Diperiksa Propam
Jumat, 23 Januari 2026
- 17.30 WIB Asiah turun ke lobi apartemen untuk meminta bantuan petugas keamanan.
- 17.44 WIB teknisi dan petugas keamanan naik ke lantai 25 untuk membuka paksa pintu kamar Lula.
Baca Juga: Benahi Layanan Frontline, Strategi Sumsel Tarik Pasien Luar Negeri Berobat ke Palembang
- 17.47 WIB, pintu berhasil dibuka, Lula ditemukan terbaring di kasur dalam kondisi tubuh kaku dengan bibir membiru.
3. Temuan Tabung Whip Pink
Setelah Lula ditemukan meninggal, polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan menyita sejumlah barang bukti.
Baca Juga: Benahi Layanan Frontline, Strategi Sumsel Tarik Pasien Luar Negeri Berobat ke Palembang
Salah satu temuan yang menjadi perhatian publik adalah tabung gas tertawa atau Nitrous Oxide (N2O) bermerek Whip Pink.
Tabung tersebut ditemukan di kamar asisten Lula, Asiah, di sudut ruangan dekat tumpukan barang. Polisi menemukan DNA sentuhan atau sidik jari Lula di tabung Whip Pink.
Temuan DNA ini juga dikonfirmasi dengan pembandingan DNA ayah Lula.
Baca Juga: Pemkot Palembang Tetapkan Skema PPPK Paruh Waktu, 886 Guru dan Tendik Terima SK Wali Kota
Namun, saat polisi menemukan tabung itu, tidak ada lagi gas N2O di dalamnya.
4. Temuan 44 Butir Obat-obatan
Selain tabung Whip Pink, Polisi juga menemukan sejumlah barang lain dari obat-obatan hingga vape dengan identifikasi sebagai berikut:
Baca Juga: Kejar Tiket Liga 1, Sumsel United Siap Tambah Kekuatan Jelang Round Penentuan
- 44 butir obat-obatan diidentifikasi sebagai Citalopram, Dietilpropion, Sulpirid, Mepivakain, Enkainid, Paramomisin, dan Klozapin.
- Bercak darah di sprei, polisi menyatakan kemungkinan berasal dari darah menstruasi yang sudah ada sejak sebelum Lula tewas.
- Pods beserta liquid ditemukan berisi nikotin dan gliserin. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









