Fakta Terbaru Anak SD NTT Bunuh Diri: Orang Tua Tak Terima Bansos, Gubernur Sebut Pemkab Lambat

AKURAT. CO SUMSEL - Baru-baru ini publik dibuat iba dengan kisah pilu yang dialami seorang siswa SD di Kabupaten Ngada, NTT.
Bocah berinisial YBR (10) itu dilaporkan meninggal dunia setelah mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di pohon cengkeh dan meninggalkan sepucuk surat untuk ibundanya yang berinisial MGT (47 tahun).
Surat yang ditulis dengan tangan dan menggunakan bahasa bajawa itu diunggah di media sosial dan akhirnya viral.
Baca Juga: Sering Overthinking? Regulasi Emosi Bisa Jadi Solusi yang Jarang Disadari
Peristiwa ini tak hanya meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga, tetapi juga memantik ragam reaksi dari berbagai kalangan.
Berikut fakta-fakta terbaru tentang kisah YBR.
Orang Tua Tak Terima Bantuan Sosial (Bansos)
Baca Juga: Hal yang Harus Diperhatikan Saat Ingin Memulai Bisnis Kecil-Kecilan agar Cepat Berkembang
Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melki Laka Lena, mengungkapkan orang tua YBR tidak masuk dalam daftar penerima bantuan sosial (bansos) dari pemerintah.
Hal ini disebabkan masalah data administrasi kependudukan.
Ia pun mengimbau seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga aparat di tingkat desa, agar lebih proaktif memastikan administrasi kependudukan keluarga miskin tidak bermasalah.
Baca Juga: Rekomendasi Outfit Hari Kamis untuk Nongkrong: Tampil Santai tapi Tetap Stylish
Muncul Dugaan Bullying
Polisi kini tengah mengusut penyebab kematian bocah SD yang ditemukan tewas gantung diri di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Hal itu dilakukan demi menjawab dugaan perundungan atau bullying yang terjadi terhadap YBR.
Baca Juga: Prabowo Tegaskan Indonesia Tak Akan Bergeser Dukung Kemerdekaan Palestina
Kapolres Ngada AKBP Andrey Valentino menyampaikan, penyidik tengah melakukan penyelidikan, termasuk meminta keterangan dari guru di tempat si anak bersekolah.
Kendati demikian, polisi menyampaikan berdasarkan hasil visum tidak ditemukan tanda-tanda adanya kekerasan.
Hingga kini, motif sementara disebut aksi bunuh diri ini dilakukan murni atas niatan YBR lantaran putus asa tak mampu membeli perlengkapan sekolah.
Baca Juga: 5 Destinasi Wisata Religi yang Akan Dikunjungi dalam Rangkaian Ziarah Kubro 2026
Gubernur Sebut Respon Pemkab Lambat
Dalam kesempatan lainnya, Melki selaku Gubernur NTT juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap lambatnya respon Pemerintah Kabupaten Ngada terkait tragedi meninggalnya YBR.
Melki menyampaikan hal tersebut saat menegur Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ngada dalam acara peluncuran dan peresmian Fakultas Kedokteran Universitas Citra Bangsa (UCB) di Aula Lantai 5 Gedung Rektorat UCB, Rabu (4/2/2026).
Ia mengaku sempat kesulitan menghubungi Bupati Ngada untuk mendapat penjelasan terkait peristiwa tersebut.
Tak kunjung mendapat respon, Melki pun akhirnya menerjunkan langsung tim dari Pemprov NTT ke lapangan guna memastikan kondisi dan mencari informasi terkait tragedi tersebut. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









