Sumsel

Kepingan Fakta Terbaru Kematian ADP, Sempat Naik Rooftop Gedung Kemlu Bawa 2 Tas Lalu Turun Tangan Kosong

St Shofia Munawaroh | 25 Juli 2025, 09:48 WIB
Kepingan Fakta Terbaru Kematian ADP, Sempat Naik Rooftop Gedung Kemlu Bawa 2 Tas Lalu Turun Tangan Kosong

AKURAT. CO SUMSEL - Kasus kematian Diplomat Muda Kemlu RI hingga kini masih dalam penanganan pihak kepolisian.

Dalam konferensi pers yang digelar Kamis (24/7/2025), Polda Metro Jaya mengungkap sejumlah fakta terkait kematian ADP yang sangat misterius.

Namun, polisi masih belum bisa memastikan apakah ADP merupakan korban pembunuhan ataupun bunuh diri.

Baca Juga: 20 Pengunjung Positif Ekstasi, Tempat Hiburan Malam di Palembang Disisir Tim Gabungan

Sementara itu, hasil autopsi yang sempat dijanjikan akan selesai dalam sepekan hingga kini juga masih belum keluar.

Berikut fakta-fakta terbaru kematian ADP:

Naik ke Rooftop Gedung Kemlu Bawa 2 Tas Turun dengan Tangan Kosong

Baca Juga: PLN Palembang Jadwalkan Pemadanan Listrik 8 Jam Sabtu 26 Juli 2025, Berikut Wilayah Terdampaknya

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi mengungkapkan, berdasarkan pantauan CCTV kantor, korban sempat berada di rooftop Gedung Kemlu beberapa jam sebelum ia ditemukan tewas di Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat pada 8 Juli 2025 lalu.

Dalam rekaman tersebut, Ade menyebut jika pada 7 Juli 2025 sekitar pukul 21. 43 WIB sampai pukul 23.09 WIB ADP berada di area rooftop lantai 12 Gedung Kemlu.

Saat menaiki tangga, diplomat muda itu disebutkan membawa tas punggung dan tas belanja.

Baca Juga: Jadwal Bioskop Palembang 26 Juli 2025, Banyak Film Baru Lintas Genre dan Negara

Namun, saat turun dari rooftop, kedua tas tersebut sudah tidak terlihat dibawa korban. 

Kepala Terbungkus Plastik Putih

Fakta baru lainnya adalah bahwa korban tak hanya ditemukan dengan kondisi kepala terlilit lakban kuning.

Kepala ADP juga dibungkus plastik putih saat ditemukan tewas di dalam kamar kosnya. 

Baca Juga: Prakiraan Cuaca BMKG Hari Ini, Sumsel Kembali Dilanda Hujan Ringan

Tiga Lapis Kunci

Ade juga mengungkapkan, ada tiga lapis kunci untuk masuk ke kamar indekos ADP.

Yakni kunci manual dari dalam kamar, kemudian ada kunci slot terkunci dari dalam dan kunci akses yang dipegang korban sendiri. Untuk memasuki area indekos, terdapat satu gerbang yang berada di dekat pintu masuk toko vape atau rokok elektrik.

Baca Juga: 54.400 Pekerja di Sumsel Sudah Terima BSU, Kantor Pos Palembang Buka Layanan Hingga Akhir Juli

Seluruh penghuni dan penjaga kos memiliki kunci pintu gerbang.

Sementara, akses masuk ke kamar kos ADP ada dua, yakni melalui pintu dan jendela.

Sejumlah Barang Bukti Disita

Baca Juga: Jumlah Remaja Sumsel yang Mendapat Penyuluhan Kespro, HIV/AIDS, dan KB Masih Merata, Tapi Minim di Beberapa Wilayah

Berdasarkan hasil olah TKP, polisi menyita sejumlah barang bukti dari kamar korban.

Diantaranya ada lakban, kantong plastik, dompet, bantal, pakaian, serta obat sakit kepala dan lambung.

Kendati demikian, polisi masih belum mengetahui secara pasti apakah obat-obatan tersebut berkaitan dengan kematian ADP.

Baca Juga: Sumsel Alami Kenaikan Suhu, BMKG Soroti Daerah Rawan Kebakaran

Penyidik juga menemukan sidik jari korban pada permukaan lakban, namun hingga kini belum dapat dipastikan apakah lakban tersebut dililitkan sendiri atau oleh orang lain.

Periksa 20 CCTV

Untuk mendalami kasus ini, polisi tidak hanya memeriksa CCTV di satu lokasi saja.

Baca Juga: Satgas Pangan Polri Ungkap 5 Merk Beras Oplosan Jadi Premium, Sering Beredar di Supermarket

Setidaknya ada 20 titik kamera CCTV yang diperiksa polisi berkaitan dengan pergerakan korban.

Rekaman CCTV tersebut berasal dari berbagai lokasi, mulai dari area kos, gedung Kemlu, hingga sejumlah tempat yang dikunjungi korban selama tujuh hari terakhir.(*) 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.