Fakta di Balik Kecelakaan Maut Bus Tol Krapyak: Sopir Cadangan Selamat, Armada Disebut Tak Laik Jalan

AKURAT. CO SUMSEL - Tragedi kecelakaan maut yang menimpa Bus PO Cahaya Trans di Jalan Tol Krapyak, Semarang, Senin (22/12/2025) seketika menyita perhatian publik.
Sejumlah fakta tak terduga ditemukan dalam peristiwa tersebut.
Mulai dari lokasi kecelakaan maut hingga armada yang disebut tak layak jalan. Berikut fakta-faktanya.
Baca Juga: Bus PO Cahaya Terguling di Tol Krapyak Semarang, 16 Orang Tewas
Tragedi di Tikungan Tajam Ramp 3
Kecelakaan Bus PO Cahaya Trans tepatnya terjadi di Simpang Susun Exit Tol Krapyak, KM 420 Jalur A, Kota Semarang pada jalur dari arah Jakarta menuju keluar Tol.
Titik kecelakaan teridentifikasi berada di tikungan tajam menurun atau yang dikenal sebagai Ramp 3.
Baca Juga: Dua Mobil Tabrak Pejalan Kaki di Jalan Sudirman Palembang, Satu Orang Tewas
Dimana kendaraan diharuskan mengurangi kecepatan secara signifikan karena kontur jalan yang menikung tajam dan menurun.
Namun, berdasarkan keterangan Kasat Lantas Polrestabes Semarang AKBP Yunaldi, bus justru melaju kencang dan sopir diduga tak dapat mengendalikan bus hingga akhirnya terguling.
Sebelum terbalik, bus juga sempat menabrak pembatas jalan di lokasi kejadian.
Baca Juga: Rincian Tarif Listrik PLN Terbaru, Periode 22 Sampai 28 Desember 2025
Bus Disebut Tak Layak Jalan
Diketahui, bus yang mengalami kecelakaan di jalan tol Krapyak Semarang adalah PO Cahaya Trans dengan nomor polisi B 7201 IV.
Bus tersebut membawa 34 penumpang dari Terminal Jatiasih (Bekasi/Jakarta) dengan tujuan akhir Yogyakarta.
Berdasarkan informasi yang disampaikan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan terungkap bahwa bus tersebut tidak memenuhi ketentuan operasional angkutan.
Dalam data BLU-e ditemukan, kendaraan terakhir melakukan uji berkala pada 3 Juli 2025, sementara hasil ramp check pada 9 Desember 2025 dinyatakan tidak laik jalan dan dilarang beroperasi.
Jumlah Korban Meninggal 16 Orang
Baca Juga: Serangan Parang Subuh di Lubuklinggau, Korban Bertahan Sambil Lumpuhkan Pelaku
Kecelakaan tersebut mengakibatkan 16 orang meninggal. 15 diantaranya tewas di tempat, sementara 1 meninggal setelah menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Adapun korban luka-luka berjumlah 18 orang dan sudah dilarikan ke tiga rumah sakit terdekat dari lokasi kejadian.
Yakni RSUP Dr. Kariadi, RS Colombia Asia dan RS Tugu Semarang.
Baca Juga: 3 Rute Bersepeda Terbaik di Pagar Alam, Alternarif Isi Libur Nataru Pegiat Olahraga dan Introvert
Sopir Cadangan Selamat, Jalani Tes Urine
Sopir cadangan yang bernama Gilang dilaporkan selamat dalam kecelakaan maut tersebut.
Saat ini, ia sedang diperiksa oleh Polrestabes Semarang dan akan dilakukan tes urine untuk mengetahui apakah yang bersangkutan menggunakan narkoba atau mengandung zat terlarang lainnya.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Jadwal Pencairan Bansos Tahap 3 Agustus 2026: PKH, BPNT, BLT Kesra Rp900.000
- 2Apakah Besok 18 Agustus 2026 Libur Cuti Bersama HUT RI ke 81? Cek Ketentuan Resmi SKB 3 Menteri
- 3Pelajar 15 Tahun Dikeroyok hingga Dibacok di Palembang, Pelaku Disebut dari 5 Sekolah
- 4PKH Tahap 3 Cair Agustus 2026, Cek Penerima Cukup Pakai NIK KTP
- 5Jadwal Festival Perahu Bidar Tradisional 2026 di Plaza 7 Ulu Palembang
- 6Daftar Wilayah Terdampak Pemadaman Listrik PLN Palembang Sabtu 15 Agustus 2026
- 7Balasan Menohok Iran Usai Trump Nyatakan Bakal Deklarasikan Selat Hormuz Milik AS
- 8Video Pengeroyokan Pelajar Beredar, Polisi Cek TKP di Demang Lebar Daun Palembang
- 95.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu
- 10Kata BMKG Soal Narasi Musim Kemarau 2026 Akan Jadi yang Terparah Sepanjang 30 Tahun









