Usai Ditetapkan Kembali sebagai Bandara Internasional, Herman Deru Langsung Hubungi Bos Lion Air

AKURAT.CO SUMSEL Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru bergerak cepat menindaklanjuti penetapan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang sebagai bandara internasional.
Tak menunggu lama, ia langsung menghubungi pemilik Lion Group, Rusdi Kirana, untuk mendorong percepatan pembukaan rute penerbangan luar negeri dari dan ke Palembang.
“Kita harus gerak cepat. Antusiasme masyarakat Sumsel untuk bisa terbang langsung ke luar negeri sangat tinggi. Saya langsung hubungi Pak Rusdi Kirana agar Lion Air membuka kembali rute internasional dari Palembang,” kata Herman Deru, Kamis (1/5/2025).
Tak hanya itu, Gubernur juga menyampaikan rencananya untuk menyurati Menteri Perhubungan melalui Dirjen Perhubungan Udara guna mempercepat proses perizinan maskapai.
Ia menyebut maskapai lain seperti Air Asia, Jet Air, dan Scoot juga akan didorong untuk ikut membuka rute ke luar negeri dari Bandara SMB II.
Baca Juga: Pelarian Tahanan Polres Lahat Berakhir di Hutan, Lima dari Delapan Tertangkap, Tiga Masih Diburu
Dalam kesempatan yang sama, Herman Deru juga berkoordinasi langsung dengan Kanwil Imigrasi dan Bea Cukai untuk menyiapkan operasional penerbangan internasional secepatnya.
“Imigrasi, bea cukai, dan karantina harus segera bergerak, karena ini adalah bagian penting dalam melayani penumpang internasional,” ujarnya.
Sementara itu, PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) tengah mempersiapkan tiga bandara, termasuk SMB II Palembang, untuk kembali melayani penerbangan internasional.
Direktur Utama InJourney Airports, Faik Fahmi, menyatakan bahwa pihaknya sedang menjalin koordinasi intensif dengan seluruh pemangku kepentingan.
Faik menjelaskan bahwa penetapan status internasional ini tak hanya meningkatkan daya saing bandara, tapi juga menjadi langkah strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, pariwisata, dan perdagangan.
“Persiapan mencakup aspek keamanan, keselamatan, pelayanan, serta unit keimigrasian, kepabeanan, dan kekarantinaan. Transformasi berbasis teknologi di pilar Premises, People, dan Process menjadi kunci utama,” jelasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









