Ratu Dewa Tinjau Lapangan Proyek IPAL Sei Selayur, Joko Widodo di Rencakanan Hadiri Peresmian

AKURAT.CO SUMSEL Penjabat (Pj) Wali Kota Palembang, Ratu Dewa melakukan rapat tentang persiapan rencana peresmian proyek Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan melakukan peninjauan ke lapangan pada, Senin, (23/10/2023) di Sei Selayur.
Rapat tersebut dihadiri oleh Ratu Dewa, beberapa anggota dewan, Paspampres dan perwakilan dari Duta Besar Australia. Proyek IPAL ini awalnya di bangun sejak November 2020, agar beberapa limbah dapat diolah menjadi air bersih dan dikonsumsi oleh masyarkat.
Hal ini membahas tentang perencanaan peresmian IPAL, yang nantinya akan dilakukan oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo pada 26 Oktober 2023 di Prabumulih, Sumatera Selatan.
"Presiden yang akan meresmikan proyek IPAL tersebut. Maka persiapan kami matangkan betul, apalagi di sini seluruh yang terkait hadir baik Protokol Kepresidenan, Paspampres, Pemerintah Provinsi," ungkap Dewa saat meninjau langsung proyek IPAL di Sei Selayur, Kecamatan Kalidoni Kota Palembang, Senin (23/10).
Baca Juga: Cegah Banjir, Pemkab Muba Bangun Tembok Penahan Sungai Tusan Tuan
Selanjutnya, Ratu Dewa melakukan peninjauan ke lokasi proyek IPAL dengan berjalan kaki untuk mengetahui sudah sejauh mana progress proyek tersebut.
Awal pembangunan proyek ini menargetkan 8.000 sambungan rumah dan membantu 40.000 orang. Saat ini, Ratu Dewa mengumumkan bahwa proses dari pembangunan proyek ini sudah berjalan kurang lebih 100 persen, dan sudah berjalan mengaliri sebagian rumah.
Proyek IPAL ditargetkan akan selesai pada akhir tahun 2023 dan mulai beroprasi ke rumah-rumah warga.
“Di rencanakan clear selesai di akhir 2023, mulai ada sebagian sedang proses pembangunan”. tutup Ratu Dewa
Kemudian, Kepala Dinas PUPR Kota Palembang Ahmad Bastari menyebutkan nantinya penyambungan ini dari kantor, hotel dan perumahan secara bergilir.
"Saat ini sudah masuk 150 meter kubik masuk ke IPAL induk Sei Selayur yang sedang beroperasi," kata Ahmad Bastari
"Kalau Kantor Wali Kota sudah disambungkan ke sini. Untuk biayanya saat ini masih gratis," katanya. []
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










