Inflasi Sentuh Angka 0,50 Persen, Kenaikan Harga Barang di Sumsel Diprediksi Sampai Akhir Tahun

AKURAT.CO SUMSEL Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Selatan (BPS Sumsel) mencatat tingkat inflasi di Sumsel untuk month to month (m-t-m) Oktober 2023 sebesar 0,50 persen. Angka ini lebih tinggi dibanding periode September yang hanya mencapai angka 0,37 persen.
Hal ini diungkapkan dalam kegiatan rilis Berita Resmi Statistik (BRS) Nasional yang digelar BPS Sumsel, pada Rabu (1/11/2023).
Data menyebutkan, pada Oktober 2023, terjadi inflasi year on year (y-o-y) sebesar 2,90 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 115,69. Inflasi (yoy) di Kota Palembang sebesar 2,94 persen dengan IHK sebesar 115,72 dan di Kota Lubuk Linggau sebesar 2,53 persen dengan IHK sebesar 115,30.
Baca Juga: Pemprov Sumsel Berencana Buka Gerai Pembayaran Pajak di Malam Hari
Menurut Intan Yudistri Pebrina, Statistisi Ahli Madya Statistik Distribusi BPS Sumsel, Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran.
“Antara lain, kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 6,45 persen, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 3,88 persen, kelompok pendidikan sebesar 2,86 persen,” katanya.
Sementara untuk kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar sebesar 1,83 persen dengan andil terhadap inflasi Sumsel sebesar 0,31 secara month to month (mtm).
Adapun komoditas tertinggi lainnya yang menyumbangkan inflasi secara mtm, diantaranya cabai merah dengan andil 0,065, beras dengan andil 0,051, daging ayam ras sebesar yang memiliki andil 0,028 dan bensin dengan andil 0,026.
Menurut Intan, komoditas utama penyumbang inflasi adalah tarif air minum PDAM yang mengalami perubahan harga secara mtm sebesar 14,2% dengan andil 0,294.
“Kalau tidak terjadi kenaikan, kita inflasi hanya sekitar 0,2 persen.” ucap Intan.
Sementara itu dirincikan indek pengeluaran kelompok lainnya adalah pakaian dan alas kaki sebesar 1,61 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman restoran sebesar 1,52 persen, kelompok kesehatan sebesar 1,21 persen dan kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,58 persen.
Disamping itu, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,38 persen, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,31 persen. Sementara, kelompok transportasi mengalami penurunan indeks sebesar 0,49 persen.
Intan menambahkan, terdapat beberapa peristiwa lain yang menyebabkan kenaikan harga. diantaranya, kenaikan harga cabai akibat penurunan produksi, penyesuaian harga BBM dan melonjaknya harga emas dunia akibat konflik Hamas Palestina dan Israel.
Berdasarkan informasi yang didapat bahwa inflasi diprediksi akan berlanjut hingga akhir tahun 2023, dan beberapa sektor akan terus mengalami kenaikan harga. [ ]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Bansos PKH Juni 2026 Cair Kapan? Ini Aturan Jadwal, Besaran Nominal hingga Cara Cek Penerima
- 2Harga Karet Sumsel Tembus Rp41 Ribu per Kg, Petani Nikmati Kenaikan Tertinggi dalam Beberapa Tahun Terakhir
- 3Jadwal Siaran Langsung Piala Dunia 2026 dengan Jam Tayang WIB
- 4Daftar Harga BBM Terbaru di Sumsel, Dexlite dan Pertamina Dex Turun Lagi
- 55 Tuntutan Mahasiswa dalam Demo di Bundaran HI Jakarta Hari Ini
- 6Jadwal Piala Dunia 2026: Qatar vs Swiss, Brazil Hadapi Maroko, hingga Haiti Tantang Skotlandia
- 7Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru Berlaku Mulai 10 Juni 2026, Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter
- 8Bansos BPNT Juni 2026 Cair Kapan? Ini Cara Cek Status Penerima, Nominal, dan Jadwal Pencairan
- 9Vivo S60 Series Resmi Meluncur, Usung Baterai 7.200mAh dan Layar 144Hz
- 10Cuaca Palembang Makin Terik, BMKG Ungkap Penyebab Suhu Terasa Ekstrem









