Dua Pendaki Perempuan Asal Palembang Dievakuasi dari Gunung Dempo, Alami Hipotermia

AKURAT.CO SUMSEL Tim SAR gabungan mengevakuasi dua pendaki perempuan asal Palembang, Sumatera Selatan, yang mengalami hipotermia saat berada di kawasan Gunung Dempo, Pagar Alam. Keduanya berhasil dibawa turun dalam kondisi selamat.
Kedua pendaki tersebut diketahui bernama Yuyun dan Erin. Mereka sebelumnya mendaki Gunung Dempo bersama sejumlah rekannya pada Sabtu (8/8/2026).
Namun, sehari kemudian, kondisi keduanya memburuk setelah mengalami kedinginan cukup parah. Tim gabungan kemudian melakukan evakuasi agar keduanya segera mendapatkan pertolongan.
Ketua Brigade Dian Saputra mengatakan proses evakuasi berjalan dengan baik. Kedua pendaki berhasil dibawa ke lokasi yang lebih aman untuk mendapatkan penanganan.
"Alhamdulillah, respons cepat tim gabungan berhasil mengevakuasi dua pendaki asal Palembang yang terkena hipotermia. Keduanya berhasil dibawa turun dalam kondisi selamat dan langsung mendapatkan penanganan," kata Dian, Senin (10/8/2026).
Satu Pendaki Lain Juga Dievakuasi
Dalam operasi tersebut, tim SAR gabungan tidak hanya mengevakuasi Yuyun dan Erin. Seorang pendaki asal Pagar Alam bernama Dito juga harus dievakuasi setelah mengalami cedera pada bagian kaki.
Dito dilaporkan terjatuh ketika hendak mengambil air di kawasan Pelataran Gunung Dempo. Akibat kejadian tersebut, ia mengalami cedera atau terkilir sehingga membutuhkan bantuan untuk turun.
Dian menyebut secara keseluruhan terdapat tiga pendaki yang dievakuasi dalam kejadian tersebut. Dua orang mengalami hipotermia, sedangkan satu pendaki lainnya mengalami cedera kaki.
"Tim gabungan berhasil mengevakuasi tiga pendaki yang mengalami hipotermia dan cedera atau terkilir di jalur pendakian Gunung Dempo. Semuanya dalam keadaan selamat dan sudah mendapatkan penanganan," ujarnya.
Dian mengingatkan para pendaki agar tidak mengabaikan faktor keselamatan sebelum melakukan pendakian ke Gunung Dempo.
Persiapan fisik dan stamina dinilai penting, terutama karena kondisi alam di kawasan pegunungan dapat berubah dengan cepat. Pendaki juga diminta membawa perlengkapan yang sesuai dan tidak memaksakan diri ketika kondisi tubuh mulai menurun.
Selain itu, kekompakan dalam kelompok juga perlu dijaga. Pendaki diimbau tidak meninggalkan anggota rombongan dan segera meminta bantuan apabila terjadi keadaan darurat.
Keselamatan, menurutnya, harus menjadi prioritas selama melakukan aktivitas pendakian.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Update Jadwal Pencairan Bansos Tahap 3 Agustus 2026: PKH, BPNT, BLT Kesra Rp900.000
- 2Apakah Besok 18 Agustus 2026 Libur Cuti Bersama HUT RI ke 81? Cek Ketentuan Resmi SKB 3 Menteri
- 3Pelajar 15 Tahun Dikeroyok hingga Dibacok di Palembang, Pelaku Disebut dari 5 Sekolah
- 4PKH Tahap 3 Cair Agustus 2026, Cek Penerima Cukup Pakai NIK KTP
- 5Jadwal Festival Perahu Bidar Tradisional 2026 di Plaza 7 Ulu Palembang
- 6Daftar Wilayah Terdampak Pemadaman Listrik PLN Palembang Sabtu 15 Agustus 2026
- 7Balasan Menohok Iran Usai Trump Nyatakan Bakal Deklarasikan Selat Hormuz Milik AS
- 8Video Pengeroyokan Pelajar Beredar, Polisi Cek TKP di Demang Lebar Daun Palembang
- 95.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu
- 10Kata BMKG Soal Narasi Musim Kemarau 2026 Akan Jadi yang Terparah Sepanjang 30 Tahun



