Inflasi di Sumsel Masih Tinggi, Pj Gubernur Sumsel Bilang Begini

AKURAT.CO SUMSEL Secara year on year (yoy) infalsi di Sumsel lebih tinggi dari nasional yaitu 3,17 persen sedangkan nasional hanya di angka 2,61 persen.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel, Moh Wahyu Yulianto mengatakan jika secara month to month di Desember inflasi di Sumsel terkendali dan lebih rendah dari nasional. Pada bulan Desember inflasi di Sumsel hanya 0,17 persen, sedangkan nasional 0,41 persen.
"Secara yoy tinggi, tetapi Desember lalu kita mampu mengendalikan harga pada saat momen natal dan tahun baru. Namun memang secara tahunan kita memang lebih tinggi dari nasional," ujarnya usai Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi di Daerah Tahun 2024 di Kantor Gubernur Sumsel, Rabu (3/1/2024).
Terlebih lagi di tahun 2024, ini dianggap cukup sulit karena ada pemilihan presiden dan Ramadan di awal Maret. Sebab itu, setiap bulan dapat memetakan potensi apa saja yang menyebabkan inflasi.
"Hal ini harus dilakukan agar pemerintah daerah dapat membuat kebijakan untuk mencegah inflasi naik," ungkapnya.
Kita memantau 390 komoditas dalam satu bulan, termasuk kelompok bahan makanan, sandang pangan dan papan, transportasi, dan lainnya.
Selain itu, diamati bahwa makanan seperti beras, makanan, bawang, dan tomat paling banyak dikonsusmi.
Jika pakaian, transportasi, dan komoditas lainnya tidak banyak karena kecenderungannya lebih ke makanan, yang sering menyumbang inflasi.
Oleh karena itu, harapan untuk komoditas yang sering menyumbang inflasi dijaga.
"Di Januari nanti di Sumsel untuk pantauan inflasi tidak hanya dua kabupaten/kota, melainkan jadi empat. Jadi pengendalian infalsi tidak hanya dilihat dari Palembang dan Lubuklinggau saja tapi ditambah OKI dan Muara Enim," ungkapnya.
Sementara itu, Penjabat (Pj) Gubernur Sumsel, Agus Fatoni mengungkapkan bahwa upaya penuruanan inflasi terus dilakukan.
"Upaya kita bersama instansi terkait BPS, BI, Bulog, Forkompinda, Pemerintah kabupaten/kota dan seluruh stakeholder yang ada terus kerja keras untuk dapat mengendalikan inflasi," jelasnya.
Tahun baru ini memang jadi langganan, karena tahun baru dan natal ada kenaikan inflasi di semua daerah dan mudah-mudahan di awal tahun lebih baik lagi.
"Kita berusaha terus untuk mengendalikan inflasi, mudah-mudahan akan lebih baik," tutupnya. [ ]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Jadwal Pencairan Bansos Tahap 3 Agustus 2026: PKH, BPNT, BLT Kesra Rp900.000
- 2Apakah Besok 18 Agustus 2026 Libur Cuti Bersama HUT RI ke 81? Cek Ketentuan Resmi SKB 3 Menteri
- 3Daftar Tuntutan Demo Mahasiswa di Jakarta Hari Ini: Harga BBM, MBG dan KDMP Jadi Sorotan Utama
- 45 Ramalan Zodiak Hari Ini, Selasa 18 Agustus 2026: Ada yang Berpeluang Dapat Rezeki dan Kabar Baik
- 5Cara Mencairkan Bansos PKH dan BPNT Agustus 2026 Lewat Bank dan Kantor Pos
- 6Bianca Alessia Christabella Lantang, Putri Sulawesi Utara yang Dipercaya Membawa Baki Bendera Pusaka
- 7Update Terbaru Harga Emas Perhiasan Palembang, Naik atau Turun?
- 8Apakah Hari Ini 18 Agustus 2026 Libur? Cek Ketentuan Resmi SKB 3 Menteri
- 95.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu
- 10Kata BMKG Soal Narasi Musim Kemarau 2026 Akan Jadi yang Terparah Sepanjang 30 Tahun









