BPBD Sumsel Catat 1.502 Titik Panas hingga Pertengahan Juni 2026

AKURAT.CO SUMSEL Musim kemarau yang mulai melanda Sumatera Selatan memicu lonjakan titik panas (hotspot) di berbagai daerah.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel mencatat sebanyak 1.502 titik panas terdeteksi sejak awal tahun hingga 15 Juni 2026.
Dua daerah dengan jumlah hotspot tertinggi adalah Muara Enim dan Lahat. BPBD mencatat Muara Enim memiliki 303 titik panas, sementara Lahat mencapai 283 titik.
"Kami mencatat hingga 15 Juni terdapat 1.502 titik panas di Sumsel. Jumlah terbanyak berada di Muara Enim sebanyak 303 titik dan Lahat 283 titik," kata Kabid Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, Rabu (17/6/2026).
Menurut Sudirman, peningkatan hotspot mulai terlihat signifikan sejak memasuki musim kemarau. Sepanjang Mei 2026 tercatat sebanyak 708 titik panas, sedangkan pada periode 1 hingga 15 Juni bertambah 408 titik.
Ia menjelaskan, kondisi cuaca yang semakin kering meningkatkan potensi munculnya titik panas yang dapat berkembang menjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) jika tidak segera ditangani.
Baca Juga: Aksi Heroik Juru Parkir Brebes, Gagalkan Pencurian Mobil Berisi Rp 3,6 Miliar
"Memasuki musim kemarau, potensi kemunculan titik panas memang meningkat. Karena itu seluruh daerah, terutama wilayah yang selama ini rawan karhutla, harus meningkatkan kewaspadaan," ujarnya.
BPBD Sumsel juga mencatat baru lima kabupaten yang telah menetapkan status siaga karhutla, yakni Muara Enim, Musi Banyuasin, Banyuasin, Ogan Ilir, dan Ogan Komering Ilir. Selain itu, Pemerintah Provinsi Sumsel juga telah menetapkan status siaga karhutla di tingkat provinsi.
Sudirman menegaskan, hotspot merupakan indikator awal yang harus segera ditindaklanjuti melalui pengecekan lapangan. Langkah tersebut penting untuk memastikan apakah titik panas berkembang menjadi titik api yang berpotensi menimbulkan kebakaran.
"Setiap titik panas yang terpantau harus segera diverifikasi agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat jika ditemukan kebakaran," katanya.
Meski demikian, sejumlah daerah yang juga berpotensi mengalami peningkatan hotspot hingga kini belum menetapkan status siaga karhutla. Di antaranya Musi Rawas Utara, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Lahat, Ogan Komering Ulu (OKU), OKU Timur, dan OKU Selatan.
Menurut Sudirman, keputusan penetapan status siaga merupakan kewenangan masing-masing kepala daerah dan disesuaikan dengan kondisi di wilayahnya.
"Mungkin di beberapa daerah masih turun hujan sehingga belum menetapkan status siaga. Itu tergantung kebijakan kepala daerah masing-masing," jelasnya.
BPBD Sumsel mengingatkan seluruh pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi puncak musim kemarau guna mencegah terjadinya karhutla yang berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat serta menimbulkan kabut asap.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Bansos PKH Juni 2026 Cair Kapan? Ini Aturan Jadwal, Besaran Nominal hingga Cara Cek Penerima
- 2Jadwal Siaran Langsung Piala Dunia 2026 dengan Jam Tayang WIB
- 35 Tuntutan Mahasiswa dalam Demo di Bundaran HI Jakarta Hari Ini
- 4Jadwal Piala Dunia 2026: Qatar vs Swiss, Brazil Hadapi Maroko, hingga Haiti Tantang Skotlandia
- 5Hari Ini Libur Apa? Cek Daftar Tanggal Merah Juni Sesuai SKB 3 Menteri
- 6Bansos BPNT Juni 2026 Cair Kapan? Ini Cara Cek Status Penerima, Nominal, dan Jadwal Pencairan
- 7Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru Berlaku Mulai 10 Juni 2026, Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter
- 8Benarkah Pendaftaran CPNS 2026 Sudah Dibuka? Cek Fakta dan Kebenarannya di Sini
- 9Vivo S60 Series Resmi Meluncur, Usung Baterai 7.200mAh dan Layar 144Hz
- 10Cuaca Palembang Makin Terik, BMKG Ungkap Penyebab Suhu Terasa Ekstrem







