Sumsel
HL Sumsel

BPBD Catat 63 Karhutla Terjadi di Sumsel, PALI dan Muara Enim Tertinggi

Kurnia | 29 Mei 2026, 13:12 WIB
BPBD Catat 63 Karhutla Terjadi di Sumsel, PALI dan Muara Enim Tertinggi

AURAT.CO SUMSEL Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan mencatat sebanyak 63 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di 11 kabupaten dan kota sepanjang Januari hingga 26 Mei 2026.

Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dan Muara Enim menjadi wilayah dengan jumlah kejadian terbanyak.

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, mengatakan tingginya angka karhutla di dua daerah tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah menjelang musim kemarau.

“Di PALI tercatat 21 kejadian karhutla, sementara Muara Enim sebanyak 12 kejadian. Dua daerah ini paling banyak mengalami karhutla sejak awal tahun hingga 26 Mei 2026,” ujar Sudirman, Jumat (29/5/2026).

Baca Juga: BGN Luncurkan Aplikasi Riviu MBG, Apa Saja yang Bisa Dinilai dan untuk Apa Hasilnya?

Di wilayah PALI, kejadian karhutla tersebar di sejumlah kecamatan. Kecamatan Abab dan Penukal masing-masing mencatat enam kejadian, Talang Ubi lima kejadian, Tanah Abang tiga kejadian, dan Penukal Utara satu kejadian.

Sementara di Kabupaten Muara Enim, titik karhutla paling banyak ditemukan di Kecamatan Lembak dan Gelumbang yang masing-masing mengalami tiga kejadian. Kemudian Kecamatan Kelekar dan Rambang Niru masing-masing dua kejadian, serta Lubai dan Rambang masing-masing satu kejadian.

Selain PALI dan Muara Enim, BPBD juga mencatat kejadian karhutla di sejumlah daerah lain di Sumsel. Kota Palembang mengalami enam kejadian, Ogan Ilir dan Musi Rawas Utara masing-masing lima kejadian, Prabumulih empat kejadian, Musi Banyuasin dan OKU masing-masing tiga kejadian, Musi Rawas dua kejadian, serta Banyuasin dan OKI masing-masing satu kejadian.

Menghadapi potensi karhutla yang diperkirakan meningkat saat musim kemarau, BPBD Sumsel menyebut lima daerah telah menetapkan status siaga karhutla. Kelima daerah tersebut yakni OKI, Ogan Ilir, Musi Banyuasin, Banyuasin, dan Muara Enim.

“Pemerintah provinsi juga sudah menaikkan status siaga karhutla dan melaksanakan apel kesiapsiagaan sebagai langkah antisipasi dan pencegahan bencana tahun ini,” kata Sudirman.

BPBD Sumsel juga terus mendorong daerah rawan karhutla lainnya untuk segera menetapkan status siaga guna mempercepat penanganan jika terjadi kebakaran.

Sementara itu, Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Kementerian Kehutanan Wilayah Sumatera, Ferdian Kristanto, mengungkapkan luas lahan terbakar di Sumsel selama Januari hingga April 2026 mencapai 182,54 hektare.

Menurutnya, angka tersebut lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada tahun 2024 dan 2025.

“Data luas karhutla diperoleh dari hasil analisa citra satelit bersama Kementerian Kehutanan, BRIN, dan Kementerian Lingkungan Hidup,” ujarnya.

Wilayah dengan luas karhutla terbesar berada di Musi Rawas Utara mencapai 53,2 hektare. Disusul Musi Banyuasin 33,1 hektare, Muara Enim 31,9 hektare, Ogan Ilir 27,5 hektare, OKI 20 hektare, Banyuasin 9,4 hektare, dan OKU Selatan 1,4 hektare.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia