Sumsel
HL Sumsel

Pemprov Sumsel Fokus Perkuat Investasi Lewat Pembentukan Task Force

Kurnia | 28 Mei 2026, 21:00 WIB
Pemprov Sumsel Fokus Perkuat Investasi Lewat Pembentukan Task Force
Ilustrasi.

AKURAT.CO SUMSEL Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) bersama Pemerintah Provinsi Sumsel membentuk task force percepatan investasi untuk mendorong realisasi proyek strategis dan memperkuat iklim investasi di daerah.

Pembentukan satuan tugas tersebut dilakukan sebagai langkah percepatan penyelesaian berbagai hambatan investasi sekaligus meningkatkan daya tarik Sumsel bagi investor dalam maupun luar negeri.

Kepala Kantor Perwakilan BI Sumsel, Bambang Pramono, mengatakan task force ini diharapkan mampu memperkuat koordinasi antarinstansi sehingga proyek investasi di daerah menjadi lebih siap untuk ditawarkan kepada investor.

“Task force percepatan investasi diharapkan dapat membuat proyek investasi daerah semakin bankable, marketable, dan implementable,” ujar Bambang, Kamis (28/5/2026).

Langkah tersebut diambil di tengah perlambatan pertumbuhan investasi di Sumsel sepanjang 2025.

Berdasarkan data yang dipaparkan, realisasi investasi Sumsel tahun lalu mencapai Rp62,67 triliun atau turun 11,64 persen secara tahunan (year on year/YoY).

Baca Juga: Karhutla Mulai Meluas di Sumsel, Helikopter Water Bombing Dikerahkan Padamkan Api di Tiga Daerah

Meski capaian tersebut melampaui target RPJMD sebesar Rp42,5 triliun, BI menilai perlambatan pertumbuhan investasi tetap perlu menjadi perhatian serius karena berkaitan langsung dengan pertumbuhan ekonomi daerah.

Menurut Bambang, Sumsel sebenarnya memiliki potensi investasi besar yang didukung sumber daya alam melimpah dan posisi geografis strategis.

Sejumlah sektor unggulan yang dinilai potensial antara lain pertambangan, industri pengolahan, pertanian, perdagangan, transportasi, hingga jasa.

Sementara itu, Kepala DPMPTSP Sumsel, Lusapta Yudha Kurnia, mengatakan pembentukan task force tersebut telah diperkuat melalui Surat Keputusan Gubernur Nomor 218/KPTS/DPMPTSP/2026 tentang Task Force Percepatan Investasi Provinsi Sumsel.

Setelah pembentukan task force, pemerintah daerah akan melakukan sosialisasi kepada investor terkait berbagai peluang investasi strategis di Sumsel, baik proyek baru maupun proyek yang sudah berjalan.

“Selanjutnya akan dilakukan monitoring, evaluasi capaian kinerja, identifikasi hambatan, hingga forum strategic economic review untuk menentukan langkah berikutnya,” kata Yudha.

Ia menjelaskan, Sumsel memiliki sejumlah potensi unggulan yang siap ditawarkan kepada investor.

Di sektor perkebunan dan pertanian misalnya, produksi kelapa sawit mencapai 1,2 juta ton per tahun, sementara produksi kelapa sekitar 46 ribu ton yang berpotensi dikembangkan menjadi industri hilirisasi virgin coconut oil (VCO).

Selain itu, Kabupaten OKU Timur disebut memiliki produksi padi hingga 100 ribu ton per tahun dan menjadi sentra ikan patin terbesar yang memasok sekitar 70 persen kebutuhan ikan patin di Sumsel.

Di sektor perkebunan, Kabupaten Lahat juga dinilai potensial melalui produksi kopi robusta yang mencapai lebih dari 25 ribu ton per tahun.

Tak hanya itu, pemerintah juga menawarkan peluang investasi hilirisasi serat nanas dan biomassa di Muara Enim serta energi terbarukan berupa pellet di Musi Banyuasin.

Salah satu proyek strategis yang kini diprioritaskan yakni pengembangan industri hilir karet di Banyuasin. Proyek tersebut dinilai memiliki prospek cerah seiring meningkatnya kebutuhan karet alam di pasar domestik maupun global.

“Kebutuhan karet alam terus meningkat dan harga juga membaik, sehingga proyek ini dinilai memiliki kelayakan finansial yang kuat,” tutup Yudha.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia