Sumsel
HL Sumsel

Prabowo Targetkan Sumsel Produksi 4 Juta Ton Gabah pada 2026, Herman Deru Siapkan Gerakan Tanam Besar-besaran

Kurnia | 13 Mei 2026, 22:00 WIB
Prabowo Targetkan Sumsel Produksi 4 Juta Ton Gabah pada 2026, Herman Deru Siapkan Gerakan Tanam Besar-besaran

AKURAT.CO SUMSEL Presiden Prabowo Subianto menargetkan Provinsi Sumatera Selatan mampu memproduksi hingga 4 juta ton gabah kering giling (GKG) pada 2026.

Target ambisius itu diberikan setelah produksi padi Sumsel melonjak tajam menjadi 3,6 juta ton pada 2025 dan menempatkan daerah ini sebagai salah satu penyumbang pangan terbesar nasional.

Kepala Dinas Pertanian dan Hortikultura Sumsel, R Bambang Pramono, mengatakan capaian tersebut membuat Sumsel masuk tiga besar provinsi dengan produksi padi tertinggi di Indonesia.

“Tahun lalu Sumsel menjadi daerah dengan peningkatan produksi tertinggi. Secara nasional posisi pertama Jawa Timur, kedua Jawa Barat, dan Sumsel berada di peringkat ketiga,” ujar Bambang, Rabu (13/5/2026).

Baca Juga: Alasan untuk Bekerja, Sepupu Malah Diduga Bawa Kabur Mobil Honda HR-V

Menurut dia, tren produksi padi Sumsel terus menunjukkan peningkatan dalam lima tahun terakhir. Pada 2021 produksi padi tercatat sekitar 2,6 juta ton GKG, kemudian naik menjadi 2,7 juta ton pada 2022 dan 2,8 juta ton pada 2023.

Selanjutnya pada 2024 produksi kembali meningkat menjadi 2,89 juta ton sebelum akhirnya melonjak drastis menjadi 3,6 juta ton pada 2025.

“Pada 2025 Sumsel mampu meningkatkan produksi hingga sekitar 700 ribu ton dibanding tahun sebelumnya,” katanya.

Untuk mengejar target 4 juta ton pada 2026, Pemerintah Provinsi Sumsel bersama Kementerian Pertanian akan menggelar kick off gerakan tanam pada 19 Mei 2026 di Kabupaten Ogan Komering Ilir.

Program tersebut disiapkan sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau panjang akibat fenomena El Nino yang diperkirakan terjadi dalam beberapa bulan ke depan.

Bambang menjelaskan, kondisi geografis Sumsel yang didominasi lahan rawa justru menjadi keuntungan tersendiri saat musim kemarau.

“Sekitar 73 persen wilayah Sumsel merupakan lahan rawa. Ketika kemarau, lahan yang biasanya tergenang bisa dimanfaatkan untuk penanaman padi sehingga luas tanam dapat meningkat,” jelasnya.

Selain gerakan tanam, pemerintah juga akan menyalurkan bantuan pupuk dan benih kepada petani guna mendukung peningkatan produksi pangan di daerah tersebut.

Ia menilai keberhasilan peningkatan produksi padi di Sumsel tidak lepas dari sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga para petani dalam mendukung program swasembada pangan nasional.

“Ini hasil kerja sama semua pihak dalam mewujudkan ketahanan dan swasembada pangan,” tutupnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia