Sumsel
HL Sumsel

Anak Perempuan Korban Bantah Kebakaran Hebat Disebabkan Kompor dan Pergi Ke Masjid, Penyebabnya Diduga Korsleting Listrik Arah Dapur

Deny Wahyudi | 11 Mei 2026, 15:50 WIB
Anak Perempuan Korban Bantah Kebakaran Hebat Disebabkan Kompor dan Pergi Ke Masjid, Penyebabnya Diduga Korsleting Listrik Arah Dapur
Kebakaran

AKURAT.CO SUMSEL Korban kebakaran hebat di Jalan Sultan Agung, Kelurahan 1 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II, Palembang, membantah informasi yang menyebut api berasal dari kompor gas yang ditinggal pemilik rumah saat pergi ke masjid.

Lina Febrina, anak dari Amin selaku pemilik rumah, menegaskan sumber api diduga berasal dari korsleting listrik di area dapur rumah mereka.

“Memang api berasal dari rumah kami, tapi bukan karena gas. Dugaan kami karena korsleting listrik di bagian dapur,” ujar Lina saat ditemui di lokasi kebakaran, Senin (11/5/2026).

Ia menjelaskan, posisi kamar keluarganya berada sangat dekat dengan kompor gas. Karena itu, menurutnya, jika kebakaran dipicu ledakan atau kebocoran gas, keluarga mereka akan menjadi pihak pertama yang terdampak.

Baca Juga: Ditinggal Salat Isya, Rumah di 1 Ilir Palembang Meledak dan Terbakar, 10 Bangunan Terdampak

“Kamar kami itu dekat dengan kompor gas. Kalau memang karena gas, pasti kami dulu yang kena,” katanya.

Lina mengaku saat kejadian dirinya sedang tertidur sebelum mendengar teriakan warga yang menyebut adanya kebakaran. Ia kemudian terbangun dan berusaha menyelamatkan diri bersama keluarganya.

“Saya dengar orang teriak api, lalu langsung bangun. Waktu itu bagian dapur masih terlihat utuh, api justru terlihat dari arah pintu belakang,” ungkapnya.

Dalam situasi panik, Lina mengaku hanya memikirkan keselamatan anggota keluarganya. Ia bersama neneknya berhasil keluar dari rumah dengan bantuan warga sekitar.

“Saat itu api sudah besar, kami panik, tapi tetap berusaha tenang demi keluarga,” ujarnya.

Menurut Lina, warga sekitar sempat berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Namun kondisi permukiman yang padat, rumah berbahan kayu, serta angin kencang membuat api cepat membesar.

Selain itu, surutnya air Sungai Musi juga disebut menyulitkan warga untuk mendapatkan pasokan air saat proses pemadaman awal.

Ia menyayangkan beredarnya informasi yang menyebut kebakaran dipicu kompor gas, karena menurutnya hal tersebut tidak sesuai dengan kondisi yang ia lihat langsung saat kejadian.

“Kami berharap jangan ada berita yang menyebut karena gas, karena yang kami lihat sendiri itu diduga akibat korsleting listrik,” katanya.

Lina berharap pemerintah dapat membantu meringankan beban para korban yang terdampak kebakaran tersebut.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
Reporter
Deny Wahyudi
K
Editor
Kurnia