Sumsel
HL Sumsel

Peran Desa Diperkuat, Gubernur Sumsel Fokus Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan

Kurnia | 29 April 2026, 20:00 WIB
Peran Desa Diperkuat, Gubernur Sumsel Fokus Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan
Karhutla.

AKURAT.CO SUMSEL Menghadapi potensi musim kemarau kering akibat peralihan cuaca, Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Herman Deru, meminta seluruh pemerintah desa meningkatkan kesiapsiagaan dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Menurutnya, perubahan dari fenomena La Nina ke El Nino berpotensi memicu kondisi cuaca lebih kering, yang dapat meningkatkan risiko kebakaran, terutama di wilayah rawan.

“Pencegahan harus menjadi fokus utama. Kita harus menggunakan seluruh kekuatan di desa, termasuk relawan, karena langkah ini jauh lebih efektif dibandingkan penanganan saat kebakaran sudah terjadi,” ujar Deru, Rabu (29/4/2026).

Ia mengungkapkan, Sumatera Selatan memiliki sekitar 1,2 juta hektare lahan gambut yang rentan terbakar. Kondisi ini membuat upaya antisipasi sejak dini menjadi krusial, terutama melalui penguatan peran masyarakat di tingkat desa.

Selain itu, gubernur juga meminta agar relawan yang telah terbentuk sebelumnya kembali diaktifkan untuk melakukan patroli dan pengawasan di wilayah yang masuk dalam peta rawan karhutla.

Baca Juga: Cuma Hitungan Menit di ATM, Motor Mahasiswa di Palembang Raib Terekam CCTV

Pemerintah provinsi juga memetakan sejumlah daerah dengan tingkat kerawanan tinggi yang menjadi prioritas pengawasan, di antaranya Ogan Komering Ilir, Musi Banyuasin, Penukal Abab Lematang Ilir, Musi Rawas Utara, serta wilayah Ogan Komering Ulu dan Ogan Komering Ulu Timur.

Deru menegaskan, pemanfaatan data dan peta potensi kebakaran harus dilakukan secara maksimal agar kejadian karhutla tidak terus berulang di lokasi yang sama.

“Kalau masih terjadi berulang, berarti kita kurang cermat. Padahal kita sudah punya peta potensi yang bisa dijadikan acuan,” tegasnya.

Dengan pendekatan berbasis pencegahan dan keterlibatan aktif masyarakat, Pemprov Sumsel berharap potensi karhutla tahun ini dapat ditekan seminimal mungkin, sekaligus menghindari dampak luas seperti kabut asap dan gangguan kesehatan masyarakat.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia