Ratu Dewa Tanggapi Kritik Banjir di Palembang: Kami Jawab dengan Kerja Nyata

AKURAT.CO SUMSEL Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, menanggapi berbagai kritik dan masukan dari masyarakat, khususnya di media sosial, terkait persoalan banjir yang masih terjadi di Kota Palembang.
Menurut Dewa, kritik yang disampaikan publik merupakan hal wajar dalam proses pembangunan. Ia menegaskan, seluruh masukan tersebut akan dijadikan bahan evaluasi untuk meningkatkan kinerja pemerintah kota.
“Apapun bentuk kritiknya, meskipun terasa pahit, kami terima. Yang terpenting adalah bagaimana kami menjawabnya dengan kerja keras dan upaya nyata di lapangan,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).
Baca Juga: 750 Personel Disiagakan, May Day 2026 di Sumsel Dikawal Ketat
Dewa menyebut, pihaknya tidak mempermasalahkan jika berbagai upaya yang telah dilakukan belum sepenuhnya mendapat apresiasi dari masyarakat. Baginya, fokus utama adalah memastikan program penanganan banjir terus berjalan.
“Kalau belum dihargai, tidak apa-apa. Yang penting kami tetap bergerak dan bekerja,” katanya.
Dalam upaya penanganan banjir, Pemkot Palembang juga melibatkan berbagai pihak, termasuk akademisi dan praktisi yang memiliki kompetensi di bidang tata kelola air dan lingkungan.
Hasil dari diskusi tersebut, kata Dewa, memberikan masukan yang komprehensif untuk solusi jangka panjang.
Ia menekankan bahwa penanganan banjir tidak hanya berhenti pada kajian, tetapi harus diikuti dengan langkah konkret yang terukur.
“Masukan yang kami terima mencakup program jangka pendek, menengah, hingga panjang. Ini yang sedang kami dorong agar segera ditindaklanjuti,” jelasnya.
Untuk jangka pendek, Pemkot fokus pada perbaikan sistem drainase, pembersihan saluran air dari sumbatan, serta pengerukan kolam retensi guna meningkatkan kapasitas tampung air.
Namun demikian, Dewa menegaskan bahwa penanganan banjir tidak bisa dilakukan secara parsial. Diperlukan sinergi lintas sektor, termasuk dengan pemerintah pusat dan provinsi, agar penanganan berjalan terintegrasi, berkelanjutan, dan tetap memperhatikan aspek lingkungan.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Harus ada kolaborasi agar solusi yang dihasilkan benar-benar efektif dan berkelanjutan,” tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Bansos PKH Juni 2026 Cair Kapan? Ini Aturan Jadwal, Besaran Nominal hingga Cara Cek Penerima
- 2Jadwal Timnas Indonesia Vs Vietnam, Laga Penentu Tiket Semifinal Piala AFF U 19 2026
- 3Harga Karet Sumsel Tembus Rp41 Ribu per Kg, Petani Nikmati Kenaikan Tertinggi dalam Beberapa Tahun Terakhir
- 4Kapan PIP Kemendikdasmen Juni 2026 Cair? Pantau Jadwal Penyaluran Termin 2 di Sini
- 5Jadwal Siaran Langsung Piala Dunia 2026 dengan Jam Tayang WIB
- 6Daftar Harga BBM Terbaru di Sumsel, Dexlite dan Pertamina Dex Turun Lagi
- 7Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru Berlaku Mulai 10 Juni 2026, Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter
- 85 Tuntutan Mahasiswa dalam Demo di Bundaran HI Jakarta Hari Ini
- 9Vivo S60 Series Resmi Meluncur, Usung Baterai 7.200mAh dan Layar 144Hz
- 10Cuaca Palembang Makin Terik, BMKG Ungkap Penyebab Suhu Terasa Ekstrem








