Sumsel
HL Sumsel

Herman Deru Ingatkan Ancaman Karhutla Jelang Kemarau Panjang

Kurnia | 25 April 2026, 16:14 WIB
Herman Deru Ingatkan Ancaman Karhutla Jelang Kemarau Panjang

AKURAT.CO SUMSEL Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau tahun 2026 di Sumatera Selatan akan datang lebih awal dengan kondisi lebih kering dan berlangsung lebih lama dibanding tahun sebelumnya.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Sumsel, Herman Deru, meminta seluruh pihak meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan, kebun, dan lahan (karhutla).

Pernyataan itu disampaikan saat membuka rapat koordinasi pengendalian karhutla di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumsel, Jumat (24/4/2026).

Menurut Herman Deru, prediksi BMKG harus dijadikan sebagai peringatan dini untuk memperkuat langkah pencegahan. Ia menekankan pentingnya kesamaan persepsi antar pemangku kepentingan agar penanganan karhutla dapat berjalan efektif.

“Karhutla merupakan persoalan serius yang berdampak luas, terutama pada kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pengalaman sebelumnya ketika kualitas udara di Sumsel memburuk akibat asap kebakaran.

Baca Juga: Teror Debt Collector Kian Meresahkan, Tipu Layanan Darurat Damkar hingga Ambulans

Karena itu, pemerintah diminta menyediakan informasi kualitas udara secara terbuka agar masyarakat dapat melakukan langkah perlindungan, seperti menggunakan masker saat kondisi tidak sehat.

Lebih lanjut, ia mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak, mulai dari satgas karhutla, Forkopimda, pemerintah daerah, hingga perusahaan, dalam upaya pencegahan dan penanganan kebakaran.

Sementara itu, Koordinator BMKG Sumsel, Wandayantolis, menjelaskan bahwa musim kemarau diperkirakan mulai terjadi pada Mei dan mencapai puncaknya pada Agustus dengan kondisi sangat kering.

Ia menambahkan, fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) pada semester kedua tahun ini berpotensi memperparah kekeringan karena pergerakan uap air menjauh dari wilayah Indonesia.

“Suhu udara juga diperkirakan meningkat dan curah hujan cenderung berada di bawah normal hingga September,” jelasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia