Antisipasi Karhutla 2026, Pemkot Palembang Bentuk Tim Edukasi hingga Tingkat Kecamatan

AKURAT.CO SUMSEL Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang mulai memperkuat langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjelang musim kemarau 2026.
Salah satu upaya yang dilakukan yakni membentuk tim khusus sosialisasi yang akan turun langsung ke masyarakat di tingkat kecamatan.
Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, mengatakan tim tersebut bertugas memberikan edukasi kepada warga terkait bahaya karhutla sekaligus meningkatkan kesadaran agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar.
“Tim ini akan menyasar masyarakat di setiap kecamatan, sekaligus berkoordinasi dengan TNI, Polri, hingga tokoh masyarakat setempat,” ujarnya usai memimpin rapat antisipasi karhutla di Palembang, Selasa.
Menurutnya, langkah ini penting mengingat potensi kemarau tahun ini diperkirakan lebih panjang. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi tersebut meningkatkan risiko terjadinya kebakaran lahan jika tidak diantisipasi sejak dini.
Ia pun mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apa pun, karena selain berbahaya juga dapat berujung pada sanksi hukum.
Baca Juga: Ampera Tourism Run 2026 Didorong Jadi Ikon Sport Tourism, Pemkot Targetkan Ribuan Pelari Mancanegara
“Kami imbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Ini bukan hanya merugikan lingkungan, tetapi juga bisa berimplikasi pidana,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala BPBD Kota Palembang, Ahmad Furqon, mengungkapkan pihaknya telah melakukan pemetaan wilayah rawan karhutla. Hasilnya, terdapat empat kecamatan yang masuk kategori berpotensi tinggi, yakni Kecamatan Alang-Alang Lebar, Kertapati, Semarang Borang, dan Plaju.
Wilayah tersebut dinilai rentan karena berbatasan langsung dengan daerah lain seperti Kabupaten Ogan Ilir dan Banyuasin yang masih memiliki kawasan hutan dan lahan cukup luas.
“Daerah-daerah ini menjadi prioritas pengawasan karena memiliki karakteristik lahan yang rawan terbakar saat musim kemarau,” jelasnya.
Furqon menambahkan, strategi penanganan tidak hanya fokus pada patroli lapangan, tetapi juga pendekatan persuasif melalui edukasi langsung kepada masyarakat. Petugas secara rutin memberikan imbauan agar warga tidak melakukan pembakaran lahan, khususnya di sekitar kawasan permukiman.
Selain itu, kesiapsiagaan juga diperkuat dengan menyiapkan sarana dan prasarana pendukung. BPBD berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran untuk memastikan respons cepat jika terjadi kebakaran.
“Semua perangkat sudah kami siapkan, termasuk koordinasi lintas instansi, agar penanganan bisa dilakukan secara cepat dan efektif,” tandasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Jadwal Pencairan Bansos Tahap 3 Agustus 2026: PKH, BPNT, BLT Kesra Rp900.000
- 2Apakah Besok 18 Agustus 2026 Libur Cuti Bersama HUT RI ke 81? Cek Ketentuan Resmi SKB 3 Menteri
- 3Daftar Tuntutan Demo Mahasiswa di Jakarta Hari Ini: Harga BBM, MBG dan KDMP Jadi Sorotan Utama
- 4Bansos PKH BPNT Agustus 2026 Cair, Dapat Berapa?
- 5Sempat Mondar-mandir di Danau OPI, Pemuda Ini Ditemukan Tewas Tergantung
- 6Cara Mencairkan Bansos PKH dan BPNT Agustus 2026 Lewat Bank dan Kantor Pos
- 75 Ramalan Zodiak Hari Ini, Selasa 18 Agustus 2026: Ada yang Berpeluang Dapat Rezeki dan Kabar Baik
- 8Update Terbaru Harga Emas Perhiasan Palembang, Naik atau Turun?
- 95.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu
- 10Kata BMKG Soal Narasi Musim Kemarau 2026 Akan Jadi yang Terparah Sepanjang 30 Tahun








