Sudah Mau Kemarau, Kenapa Sumsel Masih Sering Hujan? Ini Penjelasan BMKG

AKURAT.CO SUMSEL Meski kalender menunjukkan peralihan menuju musim kemarau, sebagian besar wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) justru masih kerap diguyur hujan.
Kepala Stasiun Klimatologis Kelas I Sumsel, Wandayantolis, menjelaskan bahwa fenomena ini masih tergolong wajar karena April merupakan masa pancaroba atau peralihan musim.
“Di fase ini, kondisi atmosfer masih labil, sehingga hujan masih sering terjadi meskipun arahnya sudah menuju kemarau,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).
Menurutnya, pada masa pancaroba cuaca bisa berubah dengan cepat. Dalam waktu singkat, kondisi bisa berganti dari panas terik menjadi hujan deras.
Selain itu, curah hujan di wilayah Sumsel saat ini masih berada pada kategori menengah hingga tinggi.
Data menunjukkan sebagian daerah masih menerima curah hujan antara 50 hingga 150 mm, bahkan ada wilayah tertentu yang lebih tinggi.
Faktor lain yang memengaruhi adalah kondisi iklim global yang saat ini berada dalam fase netral.
Baca Juga: Banjir Hingga Sampah Jadi Sorotan, Wali Kota Palembang Siapkan Langkah Kolaboratif
Tidak adanya fenomena besar seperti El Nino atau La Nina membuat pembentukan hujan tetap berlangsung normal.
“ENSO dan IOD saat ini netral, jadi tidak ada faktor global yang menghambat pembentukan hujan di Indonesia,” jelasnya.
Tak hanya itu, angin dari arah barat juga masih aktif membawa uap air dari wilayah perairan menuju daratan Sumsel. Kondisi ini memperbesar peluang terbentuknya awan hujan.
Ditambah lagi, aktivitas atmosfer seperti Madden-Julian Oscillation (MJO) turut memperkuat pembentukan awan konvektif yang memicu hujan, bahkan dengan intensitas tinggi dalam waktu singkat.
Bahkan pada awal April, beberapa wilayah mencatat curah hujan sangat tinggi. Salah satunya di Kecamatan Sanga Desa, Kabupaten Musi Banyuasin, yang mencapai hingga 338 mm.
Dengan kondisi tersebut, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem.
Hujan lebat yang disertai angin kencang berisiko menimbulkan genangan, jalan licin, hingga pohon tumbang.
“Walaupun ini masa peralihan, potensi hujan deras masih ada. Masyarakat harus tetap berhati-hati,” imbaunya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









