Kasus HIV/AIDS di Sumsel Naik di Awal 2026, Palembang Jadi Penyumbang Terbanyak

AKURAT.CO SUMSEL Kasus HIV/AIDS di Sumatera Selatan (Sumsel) kembali menunjukkan tren peningkatan pada awal tahun 2026.
Dalam dua bulan pertama saja, tercatat sebanyak 181 kasus baru, menandakan penularan yang masih aktif di tengah masyarakat.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumsel, dari total temuan tersebut, sebanyak 139 kasus merupakan HIV, sementara 42 lainnya telah berkembang menjadi AIDS. Kondisi ini menjadi peringatan bahwa upaya deteksi dini dan pencegahan masih perlu diperkuat.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sumsel, Ira Primadesa Ogatiyah, mengungkapkan bahwa Kota Palembang masih menjadi wilayah dengan jumlah kasus tertinggi.
“Palembang mencatat 85 kasus, tertinggi dibandingkan daerah lain. Namun, wilayah lain juga mulai menunjukkan peningkatan,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).
Baca Juga: Banjir Bikin Harga Cumi di Palembang Anjlok, Pedagang Putar Otak Agar Dagangan Tetap Laku
Selain Palembang, kasus juga ditemukan di sejumlah daerah seperti Lubuk Linggau, OKU, OKI, Muara Enim, Musi Banyuasin, hingga OKU Timur. Meski jumlahnya tidak sebesar di ibu kota provinsi, penyebaran ini menunjukkan bahwa penularan HIV/AIDS kini tidak lagi terpusat di satu wilayah.
Menurut Ira, perilaku seksual berisiko masih menjadi faktor utama penyebab penularan HIV/AIDS di Sumsel. Hal ini menjadi tantangan dalam pengendalian, karena berkaitan erat dengan tingkat kesadaran masyarakat.
Untuk menekan laju penyebaran, Dinkes Sumsel terus memperluas akses layanan kesehatan, termasuk tes HIV dan pengobatan di berbagai fasilitas kesehatan.
“Layanan terus kami perluas. Mobile klinik juga kami optimalkan untuk menjangkau kelompok populasi kunci yang sulit mengakses layanan kesehatan,” jelasnya.
Selain itu, kolaborasi lintas sektor juga diperkuat, melibatkan instansi pemerintah, puskesmas, hingga lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang fokus pada pendampingan orang dengan HIV.
Edukasi menjadi langkah penting lainnya yang terus digencarkan, terutama bagi pelajar dan masyarakat umum. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran akan pentingnya pencegahan serta deteksi dini HIV/AIDS.
Dinkes Sumsel menegaskan, pengendalian HIV/AIDS membutuhkan peran bersama seluruh elemen masyarakat agar laju penularan dapat ditekan secara signifikan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









