Kasus Campak di Sumsel Melonjak, 1.576 Kasus Tercatat dalam Tiga Bulan

AKURAT.CO SUMSEL Kasus campak di Sumatera Selatan menunjukkan tren peningkatan signifikan sejak awal tahun 2026.
Dalam kurun waktu tiga bulan, jumlah kasus yang tercatat mencapai 1.576, dengan ratusan di antaranya telah terkonfirmasi positif.
Data Dinas Kesehatan Sumatera Selatan hingga 10 April 2026 mencatat sebanyak 446 kasus telah dinyatakan positif campak.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sumsel, Ira Primadesa, mengungkapkan bahwa tren peningkatan kasus sudah terlihat sejak Januari lalu.
“Jumlah kasus campak terus meningkat sejak awal tahun. Hingga 10 April, total kasus mencapai 1.576 dengan 446 di antaranya positif,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).
Secara rinci, pada Januari tercatat 481 kasus suspek dengan 170 kasus positif. Angka ini meningkat pada Februari menjadi 530 kasus suspek dengan 217 kasus positif.
Baca Juga: Sumsel United Paceklik Kemenangan, Nil Maizar Soroti Faktor Keberuntungan dan Evaluasi Lini Belakang
Sementara pada Maret, jumlah suspek melonjak hingga 660 kasus, meskipun yang terkonfirmasi positif tercatat 59 kasus.
Untuk April, data masih bersifat sementara. Namun, Dinkes mencatat sudah ada lima kasus suspek yang teridentifikasi.
Menurut Ira, lonjakan kasus campak ini dipengaruhi beberapa faktor, mulai dari rendahnya cakupan imunisasi hingga tingginya mobilitas masyarakat.
Selain itu, masih kurangnya kesadaran masyarakat terhadap gejala awal campak juga turut mempercepat penyebaran.
“Imunisasi tambahan masih rendah, sehingga penularan campak masih tinggi. Ini yang harus kita waspadai bersama,” jelasnya.
Sejumlah daerah tercatat menjadi wilayah dengan kasus cukup tinggi, di antaranya Palembang, Prabumulih, Banyuasin, serta Musi Rawas Utara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









